"Egypt has always been a paradise. But now, there is chaos. God of the air, you must protect the mortals," - Ra, God of The Sun.Directed: Alex Proyas
Writter : Matt Sazama and Burk Sharpless
Starring : Nikolaj Coster-Waldau, Gerard Butler, Brenton Thwaites, Chadwick Boseman, Elodie Yung, Courtney Eaton, Rufus Sewell, and Geoffrey Rush.
Film berdurasi 127 menit ini dibuka dengan monolog Bek (Breton Thwaites), seorang warga Egypt (i call it Egypt not Mesir, because of the tittle it self) yang menceritakan kemakmuran negerinya. Apalagi, hari itu Bek dan kekasihnya, Zaya (Courtney Eaton), serta ribuan rakyat Egypt akan menyaksikan prosesi penyerahan tahta raja dari Dewa Osiris (Bryan Brown) ke anaknya sang God of The Air, Dewa Horus (Nikolaj Coster-Waldau). Saat prosesi sedang berlangsung, datanglah Dewa Set (Gerard Butler), adik dari Osiris yang menjadi penguasa gurun. Bukannya memberi selamat pada sang ponakan, ia malah membunuh Osiris lalu mencongkel mata sakti Horus dan menyimpannya di tempat rahasia dengan sistem penjagaan yang ketat. Pada kekuasaan Set, penduduk Egypt sangat menderita karena diperlakukan seperti budak. Tak tahan dengan keadaan seperti itu, Bek dan Zaya berniat untuk mencuri mata Horus lalu memberikan kepada empunya yang sedang di perasingan.
Namun sayang, setelah berhasil mencuri satu mata Horus, Zaya malah tertembak anak panah seorang arsitek kepercayaan Set dan meninggal dunia. Demi menyelamatkan nyawa Zaya, Bek melalukan penawaran dengan Horus. Bek berjanji akan menuntunnya ke tempat satu matanya disimpan, dengan syarat Horus harus mengembalikan nyawa Zaya. Horus pun setuju dan petualangan mereka dimulai!






