Showing posts with label MOVIE. Show all posts
Showing posts with label MOVIE. Show all posts

Saturday, March 12, 2016

[REVIEW] COMIC 8: CASINO KING PART 2


Staring: Indro Warkop, Arie Kriting, Babe Cabita, Ernest Prakasa, Ge Pamungkas, Kemal Pahlevi, Bintang Bete, Fico Fachriza, Mongol Stress, dan masih sangat amat banyak lagi.
Director: Anggy Umbara
Production: Falcon Pictures

 Arie Kriting, Babe Cabita, Bintang Bete, Ernest Prakasa, Fico Fachriza, Ge Pamungkas, Kemal Palevi dan Mongol Stress - See more at: http://hansdavidian.com/review-comic-8-casino-kings-part-2-kegaringan-paripurna/#sthash.DrfGOMDM.dpuf
 Arie Kriting, Babe Cabita, Bintang Bete, Ernest Prakasa, Fico Fachriza, Ge Pamungkas, Kemal Palevi dan Mongol Stress - See more at: http://hansdavidian.com/review-comic-8-casino-kings-part-2-kegaringan-paripurna/#sthash.DrfGOMDM.dpuf
 Arie Kriting, Babe Cabita, Bintang Bete, Ernest Prakasa, Fico Fachriza, Ge Pamungkas, Kemal Palevi dan Mongol Stress - See more at: http://hansdavidian.com/review-comic-8-casino-kings-part-2-kegaringan-paripurna/#sthash.DrfGOMDM.dpuf
Melanjutkan dari bagian pertamanya, film ini dibuka dengan adegan penangkapan Bos Indro, Interpol Chyntya, dan Satpam Ence oleh anak buah The King (Shopia Latjuba) dan dokter Panji Pragiwaksono. Rumah Bos Indro dihujani peluru dari helikopter tapi tidak ada yang kena sasaran satu pun, ujung-ujungnya malah dibius. Kenapa tidak dibius saja dari awal? Tanya kenapa??? Setelah sadar dari biusan (eh ada adegan sadarnya gak ya?) mereka dipaksa bertarung melawan petarung kuat dan menjadi obyek perjudian online internasional.

Di sisi lain, kedelapan comica (Arie Kriting, Babe Cabita, Ernest Prakasa, Ge Pamungkas, Kemal Pahlevi, Bintang Bete, Fico Fachriza, dan Mongol Stress) harus bertarung dengan para pemburu dan mahluk CGI yang ala kadarnya. Di lain tempat, Bos Indro dan Satpam Ence yang berhasil lolos dari pertarungan sebelumnya, berusaha untuk menghancurkan transmiter agar tempat mereka berada bisa dilacak polisi. Di sisi lain lagi, ada pemburu benda bersejarah serta seorang intelejen (Agus Kuncoro dan Candil) yang berpotensi menjadi tokoh antagonis di sekuel berikutnya. Duh pokoknya banyak deh -di sisi lain- lainnya. Sub plot yang bertumpuk-tumpuk ini jelas memusingkan penonton. Jadi gak usah pikirin ceritanya ya guys, coba nikmatin aksinya aja.

Thursday, March 3, 2016

REVIEW: GOD OF EGYPT (2016)

"Egypt has always been a paradise. But now, there is chaos. God of the air, you must protect the mortals," - Ra, God of The Sun.
Directed: Alex Proyas
Writter  : Matt Sazama and Burk Sharpless
Starring : Nikolaj Coster-Waldau, Gerard Butler, Brenton Thwaites, Chadwick Boseman, Elodie Yung, Courtney Eaton, Rufus Sewell, and Geoffrey Rush.


Film berdurasi 127 menit ini dibuka dengan monolog Bek (Breton Thwaites), seorang warga Egypt (i call it Egypt not Mesir, because of the tittle it self) yang menceritakan kemakmuran negerinya. Apalagi, hari itu Bek dan kekasihnya, Zaya (Courtney Eaton), serta ribuan rakyat Egypt akan menyaksikan prosesi penyerahan tahta raja dari Dewa Osiris (Bryan Brown) ke anaknya sang God of The Air, Dewa Horus (Nikolaj Coster-Waldau). Saat prosesi sedang berlangsung, datanglah Dewa Set (Gerard Butler), adik dari Osiris yang menjadi penguasa gurun. Bukannya memberi selamat pada sang ponakan, ia malah membunuh Osiris lalu mencongkel mata sakti Horus dan menyimpannya di tempat rahasia dengan sistem penjagaan yang ketat. Pada kekuasaan Set, penduduk Egypt sangat menderita karena diperlakukan seperti budak. Tak tahan dengan keadaan seperti itu, Bek dan Zaya berniat untuk mencuri mata Horus lalu memberikan kepada empunya yang sedang di perasingan.

Namun sayang, setelah berhasil mencuri satu mata Horus, Zaya malah tertembak anak panah seorang arsitek kepercayaan Set dan meninggal dunia. Demi menyelamatkan nyawa Zaya, Bek melalukan penawaran dengan Horus. Bek berjanji akan menuntunnya ke tempat satu matanya disimpan, dengan syarat Horus harus mengembalikan nyawa Zaya. Horus pun setuju dan petualangan mereka dimulai!

Monday, December 28, 2015

REVIEW: SINGLE (2015)

"Paling tidak, beri mama mu ini cucu!" - Mama Ebi
Sutradara: Raditya Dika
Produser: Sunil Soraya
Pemain: Raditya Dika, Annisa Rawles, Babe Cabita, Pandji Pragiwaksono, Chandra Liow

Nah, bagaimana rasanya kalau ditagih cucu oleh ibu kita seperti kisah Ebi di film single? Dengan alur cerita yang lucu, film Single menyajikan sebuah tontonan yang mengajarkan kita untuk tidak memaksakan cinta pasangan kita. Karena sebenarnya, melepaskan seseorang alias menjadi single itu lebih baik dari pada memaksakan cinta orang lain yang jelas-jelas tidak membuat kita bahagia. Toh pada akhirnya, Tuhan akan mempertemukan kita dengan jodoh kita yang sebenarnya, yang pasti akan membuat kita bahagia. Eh, sori kok jadi agak curhat ya? hahaha. Pokoknya ladies, jangan takut menjadi single ya, karena single bukan berarti sendiri dan kesepian.

Ebi (Raditya Dika) seorang pemuda yang sedang mencari kerja yang mulai kelimpungan mencari pasangan karena adik lelakinya akan segera menikah mendului Ebi. Dua teman kost nya, yakni Wawan (Pandji Pragiwaksono) dan Victor (Babe Cabita) mencoba membantu mencarikan Ebi Jodoh. Poin pertama yang mereka lakukan adalah mengubah Ebi menjadi lelaki yang percaya diri di depan perempuan. Namun malang, usaha yang dilakukan mereka tak kunjung berhasil dan hampir membuat Ebi putus asa. Hingga datang seorang calon dokter cantik bernama Angle (Annisa Rawles) yang tinggal di kamar kost nomer 1. Ebi merasa chemistry-nya dengan Angle sangat tepat, dan ia percaya bahwa Angle memang untuknya. Tapi jalan mendapatkan Angle layaknya jalur ke puncak saat tahun baru. Macet dan penuh rintangan. Apalagi hadir sosok Bang Joe (Chandra Liow), kakak angkat Angle yang selama ini memendam rasa pada gadis cantik ini. Akankah Ebi mendapat hati Angle? Atau dia harus kembali mananti jodoh yang telah Tuhan siapkan?

Sunday, November 22, 2015

[REVIEW] SPECTRE 007 (2015)




"For you I have to risk it all, cause the writing's on the wall" - Sam Smith

Director: Sam Mendes
Writers: John Logan, Neal Purvis, Robert Wade
Stars: Daniel Craig, Naomie Harris, Ralph Fiennes, Ben Whishaw, Dave Bautista, Christoph Waltz, Monica Bellucci, Ralph Fiennes, Lea Seydoux, Rory Kinnear, Andrew Scott, Stephanie Sigman

Dibuka dengan adegan festival kematian di Meksiko, Bond (Daniel Craig) kembali mengajak kita mengikuti pengalaman barunya di film James Bond ke 24 ini. Kali ini, Ia mendapat pesan dari sang bos, M terdahulu (Judi Dench), untuk terus menyelidiki sindikat kejahatan besar yang selama ini MI6 cari-cari. Bond menemui Lucia Sciarra (Monica Bellucci), janda cantik dari mantan salah satu anggota sindikat, dan ia memberitahu tempat perkumpulan sindikat. Bond langsung menuju ke tempat tersebut. Betapa terkejutnya ia mendapati sang ketua sindikat adalah Ernst Stavro Blofeld (Christoph Waltz), teman masa kecilnya yang dikabarkan meninggal 20 tahun yang lalu. Di sisi lain, terjadi merge antara MI6 dengan Intelijen Pemerintah Inggris yang diketuai oleh C (Andrew Scott), dan C ingin menghapus sistem '00' yang selama ini digunakan oleh MI6. Namun hal itu tidak memengaruhi Bond untuk menyelidiki sindikat kejahatan sampai ia bertemu dengan Madeleine Swann (Lea Seydoux), seorang dokter cantik serta anak dari mantan anggota sindikat. Dibantu Swann, Bond mengetahui nama sindikat itu adalah Spectre dan petunjuk lain yang menbawa mereka menuju hotel L'Americain di Moroco. Dari L'Americain mereka menemukan titik kordinat letak dari markas besar Spectre dan berencana langsung menghadapi Ernst Stavro Blofeld.

Friday, October 24, 2014

[REVIEW] LUCY MOVIE 2014

"The average person uses 10 % of their brain capacity. Today she will hit 100 %"

Tagline Lucy memang sangat menjual. Saya saja mau menonton Lucy karena membaca tagline-nya yang sukses buat saya penasaran. Terlebih setelah melihat genrenya Actions - Scifi - Thriller benar-benar membuat saya makin berekspektasi besar. Lalu bagaimana setelah menonton? Sayangnya saya harus terjatuh dari ekspektasi yang terlampau tinggi dan tak bisa bangkit lagi #eh! Sang sutradara, Luc Besson sepertinya ingin semua ide yang ia miliki masuk kedalam film yang hanya berdurasi 89 menit ini. Alhasil, beberapa ide itu justru tidak tereksplore dengan baik.
Dari yang saya lihat, ada 2 fokus utama dalam film Lucy yang dirilis 25 Juli 2014 lalu. Pertama, gambaran bagaimana bila kapasitas otak manusia dimaksimalkan hingga 100 persen. Kedua adalah bagaimana penjelasan ilmiah evolusi manusia dari yang kapasitasnya hanya sekian persen sampai 100 persen. Jujur saya lebih suka ide yang pertama. Dengan ide pertama, Lucy saya bayangkan penuh dengan adegan action seperti Iron Man atau Limitless. Ide kedua juga bagus, membuat saya teringat The Curious Case of Benjamin Button. Seandainya kedua ide ini dipisah dan lebih dimaksimalkan ceritanya, saya yakin pasti bagus!

Thursday, October 9, 2014

Review: The Maze Runner (2014)


Tahun 2014 sepertinya menjadi tahun baik untuk film-film adaptasi novel young-adult dengan tema dystopian. Sebut saja seperti sekuel The Hunger Game dan Divergent yang sukses menyedot minat penonton Indonesia. The Maze Runner tidak mau ketinggalan. Mengadaptasi novel trilogi James Dashner yang mulai terbit 2009 silam, The Maze Runner mengajak penonton menyusuri lika liku labirin yang sangat besar. Cerita berawal saat Thomas (Dylan O'Brien) terbangun tanpa ingat apa pun di sebuah tempat berdinding tinggi yang dinamai The Glade. Di sana terdapat puluhan remaja lelaki yang juga tak ingat apa-apa. Mereka bertahan hidup dari kiriman kotak makanan plus anggota baru yang dikirim setiap bulan oleh someone named W.C.K.D.
Dalam komunitas tersebut ada kelompok yang disebut The Runners. Setiap pagi, pintu di dinding tinggi yang mengitari The Glade akan terbuka lalu menutup kembali ketika senja. Saat itulah The Runners akan masuk ke labirin dan mulai memetakannya. Ketua The Runners, Minho (Lee Ki Hong) sudah memetakan labirin selama tiga tahun. Tapi setiap malam dinding labirin akan bergeser, sehingga jalur akan terus berubah. Terlebih ada makhluk setengah hewan setengah robot yang diberi nama The Griever, selalu muncul di malam hari. Namun rasa ingin tahu Thomas tidak surut. Ia nekat menyusul Minho dan Alby (Aml Ameen) sang ketua The Glade yang terluka parah di dalam labirin. Semalaman mereka harus melarikan diri dari serangan The Griever. Mengandalkan otak cerdasnya, Thomas berhasil membuat satu griever tergencet dinding yang sedang berubah. Mereka bertiga pun berhasi kembali ke The Glade dengan selamat.

Akibat kejadian itu mala petaka dimulai. Tiba-tiba ada kiriman berisi wanita bernama Teresa (Kaya Scooelario) membawa kertas bertuliskan "She's the last one ever" yang artinya pasokan makanan tidak akan ada lagi. Tak hanya itu, pintu di dinding sekitar The Glade tidak lagi menutup. Bila malam tiba, para Griever bisa saja menerkam mereka. Di balik carut marut itu ada petunjuk yang bisa membawa mereka keluar The Glade. Yaitu fakta bahwa Teresa mengingat nama Thomas dan ia membawa dua botol berisi cairan yang bisa memulihkan ingatan. Selain itu, di dalam tubuh griever yang mati terdapat tabung yang bisa menjadi kunci pintu keluar labirin. Setelah The Glade hancur diserang griever, mereka memutuskan untuk masuk ke labirin melawan para griever dan mencari pintu keluar. Berhasilkah mereka? berhasil doooonk hahahahaa :p

Thursday, March 14, 2013

REVIEW: WARM BODIES (2013)

 
Sutradara : Jonathan Levine
Produser : Bruna Papanadrea
Penulis Naskah : Jonathan Levine
Pemain : Nicholas Hoult, Teresa Palmer, Rob Corddry, John Malkovich, Dave Franco, Analeigh Tipton
Genre : Horor, Romantis, Komedi
Studio : Summit Entertainment
Tanggal Rilis : 1 Februari 2013
 
 Alkisah di masa depan virus "zombie" menyerang umat manusia, sehingga populasi zombie lebih banyak dari manusia. R (Nicholas Hoult) adalah zombie yang memiliki keunikan dari yang lain. Ia bisa membaca fikiran dari otak manusia yang ia makan. Ia juga memiliki naluri kemanusian yang lebih dominan daripada zombie lain. Suatu hari R bersama sahabatnya M (Rob Corddry) pergi ke kota untuk mencari mangsa. Kebetulan Julie (Teresa Palmer) dan kawanannya sedang mencari obat di zona terlarang. Bertemulah R dan Julie, pertemuan tersebut membuat jantung R kembali berdetak. R memakan otak kekasih Julie, Perry (Dave Franco). R merasakan kenangan manis Perry dan Julie, hal itu membuat R semakin menyayangi Julie. Untuk menyelamatkannya R membawa Julie ke markas (bekas pesawat) R. Banyak hal menyenangkan yang mereka lalui di markas. Benih-benih cinta mulai tumbuh diantara mereka.

Wednesday, March 13, 2013

REVIEW: CRAZY STUPID LOVE (2011)



Directed by Glenn Ficarra, John Requa
Produced by Steve Carell, Denise Di Novi
Written by Dan Fogelman
Starring Steve Carell, Ryan Gosling, Julianne Moore, Emma Stone, John Carroll Lynch, Marisa Tomei, Analeigh Tipton, Kevin Bacon, Julianna Guill, Crystal Reed, Beth Littleford, Josh Groban, Liza Lapira, Mekia Cox, Jonah Bobo, Joey King, Richard Steven Horvitz, Reggie Lee
Genre Romance-Comedy Running time 118 minutes

Cal (Steve Carell) memiliki hidup yang bahagia. Bekerja sebagai akuntan di perusahaan asuransi, rumah dengan pekarangan luas, istri cantik yang sudah dinikahinya puluhan tahun, juga anak-anak yang ceria. Namun semua berubah ketika negara api menyerang sang istri Emily (Julianne Moore) berkata "i want to divorce!". Seketika kehidupan Cal menjadi berantakan. Ia mendapati istrinya mencintai lelaki lain, pergi dari rumah, di jauhi teman satu kantornya, dan tak ada tempat bersandar. Sampai akhirnya ia bertemu Jacob (Ryan Gosling) di bar yang ingin membantu Cal berubah jadi pribadi yang menarik perhatian wanita. Jacob sendiri adalah lelaki karismatik yang bisa dengan mudahnya menakhlukkan hati wanita. Suatu ketika Jacob bertemu dengan wanita unik yang mampu mencuri hatinya, Hannah (Emma Stone). Di sisi lain ada Jessica (Analeigh Tipton) remaja yang mengurus anak Cal, tapi malah memendam rasa pada Cal. Rumit kan?? Memang!!!

Sunday, March 10, 2013

REVIEW: SPELLBOUND (2011)





 

Judul Film: Spellbound / Eerie Romance

Sutradara: Hwang In-Ho

Penulis: Hwang In-Ho

Produser: Ahn Young-Jin, Ahn Sang-Hoon, Lee Won Tae

Cinematographer: Lee Dong-Man

Rilis: 1 Desember 2011

Durasi waktu: 114 menit

Genre: Romantis-Komedi/Supernatural
Cast:
Son Ye Jin sebagai Yeo Ri

Lee Min Ki sebagai Jo Goo

Setelah sekian lama akhirnya saya nonton film korea juga hehehe. Film ini menarik perhatian saya karena memiliki genre yang sama seperti film Indonesia kebanyakan. Niatnya ingin mencari persamaan dan perbedaannya saja, tapi ternyata sangat berbeda dengan film-film kita. Spellbound digarap dengan lebih niat *ehem* dan inilah the real horror-comedy
Cerita diawali dengan pertunjukan sulap jalanan dari Jo Goo (Lee Min Ki) yang salah satu penontonnya adalah Yoe Ri (Son Ye Jin). Diantara sekian puluh penonton hanya Yoe Ri yang tidak berekspresi sama sekali. Hal tersebut membuat Jo Goo tertarik mengajaknya kerja sama untuk sebuah pertunjukan sulap Jo Goo berikutnya. Tak disangka pertunjukan mereka membuat Jo Goo menjadi pesulap terkenal. Setelah satu tahun bekerja sama, Yoe Ri tidak pernah bersosialisasi dengan teman satu kru nya. Jo Goo yang memiliki jiwa kepo keingintahuan yang tinggi, menyelidiki kehidupan gadis itu. Ternyata Yoe Ri hidup dalam kesepian dan ditemani hantu-hantu. Hati tidak dapat ditipu, dua insan itu tetap jatuh cinta. Namun teman lama Yoe Ri yang sudah meninggal terus mengganggu hubungan keduanya. Mampukan Jo Goo bersosialisasi dengan "teman-teman" Yoe Ri?

Saturday, March 9, 2013

REVIEW : THE MAGIC HOUR (2008)


Title : ザ・マジックアワー (Za majikku awâ) / The Magic Hour
Released: 2008
Director: Koki Mitani
Writer: Kôki Mitani
Starring:

Satoshi Tsumabaki as Bingo Noboru
Koichi Sato as Murata Taiki
Toshiyuki Nishida as Boss Tessio
Eri Fukatsu as Takachiho Mari
Haruka Ayase as Natsuko
Running time: 136 min.

 Bingo Noboru (Satoshi Tsumabaki) diam-diam berpacaran dengan Takachiho Mari (Eri Fukatsu) yang juga kekasih dari bos besar mafia Tessio (Toshiyuki Nishida). Suatu ketika, hubungan gelap Bingo dan Mari ketahuan. Bingo harus menghadapi tantangan dari bos Tessio, temukan pembunuh legendaris Della Togashi dalam waktu lima hari atau mati. Ketika sedang berbincang dengan temannya Natsuko (Haruka Ayase), Bingo mendapatkan ide menyewa aktor untuk berperan sebagai Della Togashi. Terpilihlah aktor sial Murata Taiki (Koichi Sato). Bingo menjelaskan pada Taiki bahwa film yang akan dibintanginya tidak memakai skenario dan menggunakan kamera tersembunyi agar nampak natural. Taiki harus berperan menjadi Della yang menjadi incaran mafia Tessio. Mampukah Taiki memerankan sosok Della Togashi dengan apik?

Friday, March 8, 2013

REVIEW: JACK THE GIANT SLAYER (2013)


Sutradara: Bryan Singer
Produksi: Warner bros
Genre: Adventure, Action
Dibintangi: Nicholas Hoult, Eleanor Tomlinson, Stanley Tucci, Ian McShane, Bill Nighy, Ewan McGregor

” Fee Fi Fo Fum, ask not whene the thunder come / For between heaven and earth it’s a perilous place, home to a fearsome giant race / Who hunger to conquer the mortals below, waiting for the seeds of revenge to grow…”

Itulah kalimat pembuka dari film Jack The Giant Slayer. Dimaksudkan untuk mengingatkan kita pada dongeng Jack dan kacang ajaib. Masih ingat kan? hehehe. Bryan Singer, sang sutradara berusaha membuat dongeng itu nyata dalam film arahannya ini. Saya rasa usahanya cukup berhasil.


Tuesday, July 10, 2012

REVIEW: MADAGASCAR 3, EUROPE'S MOST WANTED (2012)


Directed by Eric Darnell, Tom McGrath, Conrad Vernon
Produced by Mireille Soria, Mark Swift
Written by Eric Darnell, Noah Baumbach (screenplay), Eric Darnell, Tom McGrath (characters)
Starring Ben Stiller, Chris Rock, David Schwimmer, Jada Pinkett Smith, Frances McDormand, Sacha Baron Cohen, Cedric the Entertainer 
Music by Hans Zimmer Editing by Nick Fletcher Studio DreamWorks Animation
  Alex (Ben Stiller), Marty (Chris Rock), Melman (David Schwimmer) serta Gloria (Jada Pinkett Smith) kini sedang bersiap untuk melanjutkan petualangan mereka di benua Eropa. Mereka berencana untuk mengejar kawanan penguin yang telah berangkat terlebih dahulu ke Monte Carlo, Monako, untuk kemudian melanjutkan perjalanan dan kembali ke New York. Keberadaan sekelompok hewan di tengah-tengah kota tentu saja menimbulkan kepanikan, sekaligus menarik perhatian pagawai Balai Karantina Hewan, Captain Chantel DuBois (Frances McDormand), yang kemudian mengumpulkan tekad untuk dapat melumpuhkan hewan-hewan tersebut. Incaran utama DuBois adalah Alex, untuk melengkapi koleksi kepala hewan di dinding kamarnya. Akankan mereka bisa kembali ke 'home'?

Tuesday, July 3, 2012

REVIEW : 5 DRAMA TAIWAN PALING OKE



   Berikut ini adalah review lima drama Taiwan paling oke versi Mamayokero Movielicious (MaMo). Dijamin drama-drama ini sangat menhibur dan gak ngebosenin. List drama saya urut bedasar tahun rilis paling jadul. Apakah drama favorit kalian masuk dalam katagori ini? check it out!!!

Sunday, August 7, 2011

REVIEW: HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS PART 2

Pemain :
Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson, Ralph Fiennes, Michael Gambon, Alan Rickman, Helena Bonham Carter, Maggie Smith
Sutradara : 
David Yates
Penulis :
Steve Kloves 
Jenis Film :
Fantasy
Produser :
David Heyman, David Barron, J. K. Rowling
Produksi :
Warner Bros. Pictures
 
Setelah menghancurkan Horcrux dan menemukan makna dari tiga Deathly Hallows, Harry, Ron dan Hermione terus mencari Horcrux lainnya dalam upaya untuk menghancurkan Lord Voldemort. Namun, sekarang bahwa Voldemort telah menguasai Tongkat Elder, ia ingin menyelesaikan tahap akhir untuk mencapau kekuasaan tertinggi dan melancarkan serangan terhadap Sekolah Sihir Hogwarts, dimana tiga sekawan  untuk terakhir kalinya melawan kekuatan gelap yang mengancam untuk menguasaia dunia Sihir dan dunia Muggle. (www.21cineplex.com)

Tuesday, July 26, 2011

REVIEW: SPEEDY SCANDAL (2008)

Tanggal Rilis: 3 Desember 2008
Judul lain: 과속스캔들 (Gwasok Seukaendeul) /Scandal Makers
Sutradara: Kang Hyeong-cheol
Pemeran:
Cha Tae-hyun sebagai Nam Hyeon-soo
Park Bo-young sebagai Hwang Jeong-nam
Wang Seok-hyeon sebagai Hwang Ki-dong

Tidak ada yang tahu bagaimana jalannya hidup kita kecuali Tuhan. Banyak kejutan yang diberikan-NYA dalam hidup yang tidak bisa kita tolak. Demikian pula pada hidup Nam Hyeon-soo (Cha Tae Hyun), pria mapan berusia 30-an yang hidup nyaman sebagai penyiar radio dan selebritis terkenal. Suatu ketika ia kedatangan seorang wanita muda Hwang Jeong-nam (Park Bo Young) dan anak kecil Hwang Ki Dong (Wang Soek Hyoen) yang mengaku sebagai anak dan cucunya. Setelah melakukan tes DNA ternyata DNA mereka cocok. Hidup Hyeon Soo seketika berubah jadi berantakan. Bagaimanakah Hyeon Soo menghadapi kejutan Tuhan yang satu ini?

REVIEW: Crazy Little Thing Called Love (2010)



Crazy Little Thing Called Love [Sing Lek Lek Thee Riak Wa -Ruk]
Year : 2010
Genre: Romantic comedy
Distributor: Sahamongkol International and Work Point
Director : Putthiphong Promsakha na Sakon Nakhon and Wasin Pokpong
Country: Thailand
Starring : Mario Maurer, Pimchanok Leuwisedpaiboon, Sudarat Butrprom, Acharanat Ariyaritwikol, Kachamat Pormsaka Na-Sakonnakorn, Yanika Thongprayoon

Duration: 120 min
Nam (Pimchanok Luevisetpaibool)adalah seorang gadis berusia 14 tahun yang untuk pertama kalinya merasakan cinta kepada salah seorang seniornya, Chon (Mario Maurer). Chon ialah sosok yang sangat dikagumi oleh para gadis di sekolahnya. Ia memiliki wajah yang tampan, pribadi yang bagus, dan kemahiran di bidang olahraga. Di sisi lain, Nam hanya gadis biasa yang baru beranjak ke usia puber. Ia memilki wajah yang biasa, pribadi yang biasa, dan kemahiran yang biasa.Demi cintanya itu Nam rela melakukan apa saja agar Chon menaruh hati padanya. akankah Nam berhasil mendapatkan cinta pujangga hatinya?

Tuesday, February 15, 2011

REVIEW: THE GREEN HORNET (2011)


 DIRECTOR: MICHEL GONDRY
Written by: Seth Rogen , Evan Goldberg 

Starring: Seth Rogen
Jay Chou
Christoph Waltz
Cameron Diaz
Tom Wilkinson
Edward James Olmos
Edward Furlong 

Britt Reid (Seth Rogen), putra dan pewaris kekayaan koran terbesar di Los Angeles, seorang playboy manja yang kaya, bahagia namun tanpa tujuan hidup yang jelas. Saat ayahnya, James Reid meninggal, Britt bertemu salah seorang karyawan mengesankan dan banyak akal, Kato (Jay Chou). Mereka menyadari bahwa mereka memiliki sumber daya untuk melakukan sesuatu yang berharga dalam hidup mereka. Kato merakit senjata pamungkas, The Black Beauty sebuah mobil dilengkapi senjata berat, sementara Britt memutuskan bahwa untuk menjadi pahlawan, mereka akan bertindak sebagai penjahat. Dengan bantuan sekretaris baru Britt, Case Lenore (Cameron Diaz), mereka mengetahui bahwa penjahat nomor satu dikota tersebut bernama Benjamin Chudnofsky (Christoph Waltz). Benjamin telah bersatu bersama seluruh geng dibawah kekuasaannya dan dia merasa bahwa Green Hornet merupakan ancaman atas kepemimpinannya, (www.21cineplex.com)

Monday, January 10, 2011

REVIEW: THE TOURIST (2010)



Director: Florian Henckel von Donnersmarck
Produksi: Columbia Pictures
Genre: Action/Drama
Stars: Johnny Depp, Angelina Jolie and Paul Bettany

Elise Clifton-Ward (ANGELINA JOLIE) mendapat surat dari kekasihnya Alexander Pearce untuk bertemu di venice. Alexander Pearce adalah warga negara Inggris yang mencuri uang bos mafia gelap sebesar ratusan milyar poundsterling (berapa rupiah tuh?? beli apa ya duit segitu? hehehehe) , ia juga bermasalah dengan pajak negara sebesar 774 juta poundsterling, setelah itu ia melarikan diri entah dimana serta operasi wajah entah seperti apa. karena itulah ia jadi buronan di 14 negara. Elise yang mulai diintai oleh interpol dan mafia, diperintahkan Pearce untuk memilih seseorang yang perawakannya mirip Pearce di kereta menuju venice untuk mengelabui interpol. Elise pun mengira-ngira sosok seperti apa yang mirip dengan Pearce, karena ia sendiripun tak tahu wajah baru Pearce seperti apa. Jatuhlah pilihan Elise pada Frank Tupelo (JONNY DEPP) seorang guru matematika yang nyeleneh bin ajaib. Interpol dan Mafia pun mengira bahwa Frank adalah Alexander Pearce. mulailah petualangan kucing dan anjing antara Elise-Frank dan Interpol-mafia. dan siapakah yang menang? serta kemanakan Alexander Pearce yang sejak detik pertama selalu dibicarakan?

Saturday, January 8, 2011

REVIEW: KABAYAN JADI MILYUNER (2010)


Sutradara : Guntur Soeharjanto
Jenis Film : Drama/comedy
Produser : Chand Parvez Servia
Produksi : Starvision
Pemain : Jamie Aditya , Rianti Cartwright , Amink , Christian Sugiono , Slamet Rahardjo , Didi Petet , Meriam Bellina , Melly Goeslow 
 
Disebuah desa yang damai dan tentram didirikan pesantren oleh USTAD SOLEH (Slamet Rahardjo) dengan dibantu oleh sang tangan kanan KABAYAN (Jamie Aditya) juga sahabatnya ARMASAN (Amink). tetapi kedamaian itu terusik manakala hadir seorang pengusaha real estate BOSS ROCKY (Christian Sugiono) yang ingin membeli tanah pesantren itu untuk dijadikan resort. BOSS ROCKY melakukan segala cara untuk mendapatkan tanah itu, hingga ia memanfaatkan akuntannya ITEUNG (Rianti Cartwright) yang ternyata dicintai KABAYAN dengan iming-iming naik jabatan. ITEUNG harus berpura-pura suka pada KABAYAN agar bisa dapat tanda tangannya untuk melengkapi berkas jual beli tanah. Setelah mendapat tanda tangan KABAYAN, ITEUNG dan kedua orangtuanya ABAH (Didi Petet) dan AMBU (Meriam Bellina) hilang! belakangan diketahui mereka pindah ke jakarta dan ITEUNG akan segera menikah dengan BOSS ROCKY. KABAYAN dan ARMASAN pun nekat pergi ke jakarta untuk menemui ITEUNG juga membereskan urusan tanah pesantren. sanggupkah KABAYAN dan ARMASAN menyelesaikan misi itu?

Tuesday, December 21, 2010

REVIEW: ILove You Phillip Morris (2010)



Directed by JOHN REQUA, GLENN FICARRA
Based on a true story which became a novel with the same title by STEVEN McVICKER 2009 
Cast JIM CARREY, EWAN McGREGOR, LESLIE MANN, RODRIGO SANTORO 
 "Cinta bisa membuat orang melakukan apa saja". Kalimat itu pasti sudah sering kita dengar sebelumnya, tetapi akan terdengar berbeda dalam film I Love You Phillip Morris. Pasalnya seorang lelaki rela melakukan apapun demi membahagiakan kekasihnya yang lelaki juga! waw it is sooo sweet.

Pages - Menu