Showing posts with label INTERESTING MOVIE. Show all posts
Showing posts with label INTERESTING MOVIE. Show all posts

Saturday, March 12, 2016

[REVIEW] COMIC 8: CASINO KING PART 2


Staring: Indro Warkop, Arie Kriting, Babe Cabita, Ernest Prakasa, Ge Pamungkas, Kemal Pahlevi, Bintang Bete, Fico Fachriza, Mongol Stress, dan masih sangat amat banyak lagi.
Director: Anggy Umbara
Production: Falcon Pictures

 Arie Kriting, Babe Cabita, Bintang Bete, Ernest Prakasa, Fico Fachriza, Ge Pamungkas, Kemal Palevi dan Mongol Stress - See more at: http://hansdavidian.com/review-comic-8-casino-kings-part-2-kegaringan-paripurna/#sthash.DrfGOMDM.dpuf
 Arie Kriting, Babe Cabita, Bintang Bete, Ernest Prakasa, Fico Fachriza, Ge Pamungkas, Kemal Palevi dan Mongol Stress - See more at: http://hansdavidian.com/review-comic-8-casino-kings-part-2-kegaringan-paripurna/#sthash.DrfGOMDM.dpuf
 Arie Kriting, Babe Cabita, Bintang Bete, Ernest Prakasa, Fico Fachriza, Ge Pamungkas, Kemal Palevi dan Mongol Stress - See more at: http://hansdavidian.com/review-comic-8-casino-kings-part-2-kegaringan-paripurna/#sthash.DrfGOMDM.dpuf
Melanjutkan dari bagian pertamanya, film ini dibuka dengan adegan penangkapan Bos Indro, Interpol Chyntya, dan Satpam Ence oleh anak buah The King (Shopia Latjuba) dan dokter Panji Pragiwaksono. Rumah Bos Indro dihujani peluru dari helikopter tapi tidak ada yang kena sasaran satu pun, ujung-ujungnya malah dibius. Kenapa tidak dibius saja dari awal? Tanya kenapa??? Setelah sadar dari biusan (eh ada adegan sadarnya gak ya?) mereka dipaksa bertarung melawan petarung kuat dan menjadi obyek perjudian online internasional.

Di sisi lain, kedelapan comica (Arie Kriting, Babe Cabita, Ernest Prakasa, Ge Pamungkas, Kemal Pahlevi, Bintang Bete, Fico Fachriza, dan Mongol Stress) harus bertarung dengan para pemburu dan mahluk CGI yang ala kadarnya. Di lain tempat, Bos Indro dan Satpam Ence yang berhasil lolos dari pertarungan sebelumnya, berusaha untuk menghancurkan transmiter agar tempat mereka berada bisa dilacak polisi. Di sisi lain lagi, ada pemburu benda bersejarah serta seorang intelejen (Agus Kuncoro dan Candil) yang berpotensi menjadi tokoh antagonis di sekuel berikutnya. Duh pokoknya banyak deh -di sisi lain- lainnya. Sub plot yang bertumpuk-tumpuk ini jelas memusingkan penonton. Jadi gak usah pikirin ceritanya ya guys, coba nikmatin aksinya aja.

Thursday, March 3, 2016

REVIEW: GOD OF EGYPT (2016)

"Egypt has always been a paradise. But now, there is chaos. God of the air, you must protect the mortals," - Ra, God of The Sun.
Directed: Alex Proyas
Writter  : Matt Sazama and Burk Sharpless
Starring : Nikolaj Coster-Waldau, Gerard Butler, Brenton Thwaites, Chadwick Boseman, Elodie Yung, Courtney Eaton, Rufus Sewell, and Geoffrey Rush.


Film berdurasi 127 menit ini dibuka dengan monolog Bek (Breton Thwaites), seorang warga Egypt (i call it Egypt not Mesir, because of the tittle it self) yang menceritakan kemakmuran negerinya. Apalagi, hari itu Bek dan kekasihnya, Zaya (Courtney Eaton), serta ribuan rakyat Egypt akan menyaksikan prosesi penyerahan tahta raja dari Dewa Osiris (Bryan Brown) ke anaknya sang God of The Air, Dewa Horus (Nikolaj Coster-Waldau). Saat prosesi sedang berlangsung, datanglah Dewa Set (Gerard Butler), adik dari Osiris yang menjadi penguasa gurun. Bukannya memberi selamat pada sang ponakan, ia malah membunuh Osiris lalu mencongkel mata sakti Horus dan menyimpannya di tempat rahasia dengan sistem penjagaan yang ketat. Pada kekuasaan Set, penduduk Egypt sangat menderita karena diperlakukan seperti budak. Tak tahan dengan keadaan seperti itu, Bek dan Zaya berniat untuk mencuri mata Horus lalu memberikan kepada empunya yang sedang di perasingan.

Namun sayang, setelah berhasil mencuri satu mata Horus, Zaya malah tertembak anak panah seorang arsitek kepercayaan Set dan meninggal dunia. Demi menyelamatkan nyawa Zaya, Bek melalukan penawaran dengan Horus. Bek berjanji akan menuntunnya ke tempat satu matanya disimpan, dengan syarat Horus harus mengembalikan nyawa Zaya. Horus pun setuju dan petualangan mereka dimulai!

Friday, January 1, 2016

REVIEW: DILWALE (2015)

"Jika kau mengkhianatiku, akan ku tembak dadamu!" - Meera Dev Malik
Starring Shah Rukh Khan, Kajol, Varun Dhawan, Kriti Sanon, Johnny Lever
Directed by ‘Rohit Shetty & Team’
Produced by Gauri Khan & Rohit Shetty

Di akhir tahun yang indah ini, saya tutup dengan menyaksikan duel akting dari pasangan legendaris Shah Rukh Khan dan Kajol di film Dilwale. Setelah berkali-kali dipasangkan, keduanya kembali tampil menawan di film berdurasi 154 menit ini. Dibuka oleh adegan Raj/Kaali (Shah Rukh Khan) yang membela seorang pencuri bernama Mani (Johnny Lever) untuk menghidupi adiknya. Hatinya yang lembut pun tersentuh. Raj berkata bahwa kita akan melakukan apa saja demi adik kita. Dan itulah yang ia lakukan selama ini untuk adik kesayangannya, Veer (Varun Dhawan).

Raj diceritakan memiliki masa lalu yang suram. Ia diangkat oleh ayah Veer yang ternyata seorang mafia di Bulgaria. Veer disekolahkan di sekolah asrama sementara Raj yang bernama asli Kaali membantu bisnis ayahnya. Bergaul dengan senjata dan kekerasan tidak membuat hati Raj keras, dengan mudahnya ia jatuh cinta pada Meera Dev Malik (Kajol). Ternyata Meera adalah anak dari musuh bebuyutan ayah Raj, dan awalnya Meera hanya mempermainkan Raj. Di saat hubungan keduanya mulai serius, Meera ingin agar kedua orang tua mereka tahu sekaligus meminta restu. Namun sayang, ayah Meera justru berencana membunuh Raj serta ayahnya saat pertemuan keluarga. Tak ayal terjadi baku tembak yang menewaskan kedua bos mafia itu dan Meera salah sangka bahwa Raj lah yang telah merencanakan ini semua. Mereka pun berpisah dan sama-sama ingin memulai hidup baru.

Kini Raj tinggal bersama Veer dan membuka bengkel mobil di India. Veer jatuh cinta pada seorang gadis cantik bernama Ishita (Kriti Sanon), yang ternyata adik dari Meera. Setelah 15 berpisah, kini Raj dan Meera dipertemukan lagi. Apakah cinta mereka belum berakhir? Saksikan kelanjutannya di bioskop Blitzmegaplex terdekat! hehehehe....

Monday, December 28, 2015

REVIEW: SINGLE (2015)

"Paling tidak, beri mama mu ini cucu!" - Mama Ebi
Sutradara: Raditya Dika
Produser: Sunil Soraya
Pemain: Raditya Dika, Annisa Rawles, Babe Cabita, Pandji Pragiwaksono, Chandra Liow

Nah, bagaimana rasanya kalau ditagih cucu oleh ibu kita seperti kisah Ebi di film single? Dengan alur cerita yang lucu, film Single menyajikan sebuah tontonan yang mengajarkan kita untuk tidak memaksakan cinta pasangan kita. Karena sebenarnya, melepaskan seseorang alias menjadi single itu lebih baik dari pada memaksakan cinta orang lain yang jelas-jelas tidak membuat kita bahagia. Toh pada akhirnya, Tuhan akan mempertemukan kita dengan jodoh kita yang sebenarnya, yang pasti akan membuat kita bahagia. Eh, sori kok jadi agak curhat ya? hahaha. Pokoknya ladies, jangan takut menjadi single ya, karena single bukan berarti sendiri dan kesepian.

Ebi (Raditya Dika) seorang pemuda yang sedang mencari kerja yang mulai kelimpungan mencari pasangan karena adik lelakinya akan segera menikah mendului Ebi. Dua teman kost nya, yakni Wawan (Pandji Pragiwaksono) dan Victor (Babe Cabita) mencoba membantu mencarikan Ebi Jodoh. Poin pertama yang mereka lakukan adalah mengubah Ebi menjadi lelaki yang percaya diri di depan perempuan. Namun malang, usaha yang dilakukan mereka tak kunjung berhasil dan hampir membuat Ebi putus asa. Hingga datang seorang calon dokter cantik bernama Angle (Annisa Rawles) yang tinggal di kamar kost nomer 1. Ebi merasa chemistry-nya dengan Angle sangat tepat, dan ia percaya bahwa Angle memang untuknya. Tapi jalan mendapatkan Angle layaknya jalur ke puncak saat tahun baru. Macet dan penuh rintangan. Apalagi hadir sosok Bang Joe (Chandra Liow), kakak angkat Angle yang selama ini memendam rasa pada gadis cantik ini. Akankah Ebi mendapat hati Angle? Atau dia harus kembali mananti jodoh yang telah Tuhan siapkan?

Sunday, November 22, 2015

[REVIEW] SPECTRE 007 (2015)




"For you I have to risk it all, cause the writing's on the wall" - Sam Smith

Director: Sam Mendes
Writers: John Logan, Neal Purvis, Robert Wade
Stars: Daniel Craig, Naomie Harris, Ralph Fiennes, Ben Whishaw, Dave Bautista, Christoph Waltz, Monica Bellucci, Ralph Fiennes, Lea Seydoux, Rory Kinnear, Andrew Scott, Stephanie Sigman

Dibuka dengan adegan festival kematian di Meksiko, Bond (Daniel Craig) kembali mengajak kita mengikuti pengalaman barunya di film James Bond ke 24 ini. Kali ini, Ia mendapat pesan dari sang bos, M terdahulu (Judi Dench), untuk terus menyelidiki sindikat kejahatan besar yang selama ini MI6 cari-cari. Bond menemui Lucia Sciarra (Monica Bellucci), janda cantik dari mantan salah satu anggota sindikat, dan ia memberitahu tempat perkumpulan sindikat. Bond langsung menuju ke tempat tersebut. Betapa terkejutnya ia mendapati sang ketua sindikat adalah Ernst Stavro Blofeld (Christoph Waltz), teman masa kecilnya yang dikabarkan meninggal 20 tahun yang lalu. Di sisi lain, terjadi merge antara MI6 dengan Intelijen Pemerintah Inggris yang diketuai oleh C (Andrew Scott), dan C ingin menghapus sistem '00' yang selama ini digunakan oleh MI6. Namun hal itu tidak memengaruhi Bond untuk menyelidiki sindikat kejahatan sampai ia bertemu dengan Madeleine Swann (Lea Seydoux), seorang dokter cantik serta anak dari mantan anggota sindikat. Dibantu Swann, Bond mengetahui nama sindikat itu adalah Spectre dan petunjuk lain yang menbawa mereka menuju hotel L'Americain di Moroco. Dari L'Americain mereka menemukan titik kordinat letak dari markas besar Spectre dan berencana langsung menghadapi Ernst Stavro Blofeld.

Wednesday, April 29, 2015

[Review] The Avengers: Age Of Ultron (2015)



Ultron: [to the Avengers] I know you're good people. I know you mean well. But you just didn't think it through. There is only one path to peace... your extinction.
Tahun 2015 ini, banyak dibanjiri film-film seru dan ditunggu dari berbagai belahan bumi dan genre. Tentunya, The Avengers: Age Of Ultron masuk ke dalam list film ditunggu tersebut. Setelah kesuksesan film sebelumnya 3 tahun lalu, Marvel kembali menunjuk Joss Whedon untuk menggarap sekuelnya ini. Para pemain tidak banyak berubah, masih tetap dimainkan oleh Robert Downey Jr., Chris Hemsworth, Chris Evans, Scarlett Johansson, Mark Ruffalo, dan Jeremy Renner. Ada dua tambahan karakter di sini, yakni Elizabeth Olsen sebagai Scarlet Witch dan Aaron Taylor-Johnson sebagai Quicksilver.

Friday, October 24, 2014

[REVIEW] LUCY MOVIE 2014

"The average person uses 10 % of their brain capacity. Today she will hit 100 %"

Tagline Lucy memang sangat menjual. Saya saja mau menonton Lucy karena membaca tagline-nya yang sukses buat saya penasaran. Terlebih setelah melihat genrenya Actions - Scifi - Thriller benar-benar membuat saya makin berekspektasi besar. Lalu bagaimana setelah menonton? Sayangnya saya harus terjatuh dari ekspektasi yang terlampau tinggi dan tak bisa bangkit lagi #eh! Sang sutradara, Luc Besson sepertinya ingin semua ide yang ia miliki masuk kedalam film yang hanya berdurasi 89 menit ini. Alhasil, beberapa ide itu justru tidak tereksplore dengan baik.
Dari yang saya lihat, ada 2 fokus utama dalam film Lucy yang dirilis 25 Juli 2014 lalu. Pertama, gambaran bagaimana bila kapasitas otak manusia dimaksimalkan hingga 100 persen. Kedua adalah bagaimana penjelasan ilmiah evolusi manusia dari yang kapasitasnya hanya sekian persen sampai 100 persen. Jujur saya lebih suka ide yang pertama. Dengan ide pertama, Lucy saya bayangkan penuh dengan adegan action seperti Iron Man atau Limitless. Ide kedua juga bagus, membuat saya teringat The Curious Case of Benjamin Button. Seandainya kedua ide ini dipisah dan lebih dimaksimalkan ceritanya, saya yakin pasti bagus!

Thursday, October 9, 2014

Review: The Maze Runner (2014)


Tahun 2014 sepertinya menjadi tahun baik untuk film-film adaptasi novel young-adult dengan tema dystopian. Sebut saja seperti sekuel The Hunger Game dan Divergent yang sukses menyedot minat penonton Indonesia. The Maze Runner tidak mau ketinggalan. Mengadaptasi novel trilogi James Dashner yang mulai terbit 2009 silam, The Maze Runner mengajak penonton menyusuri lika liku labirin yang sangat besar. Cerita berawal saat Thomas (Dylan O'Brien) terbangun tanpa ingat apa pun di sebuah tempat berdinding tinggi yang dinamai The Glade. Di sana terdapat puluhan remaja lelaki yang juga tak ingat apa-apa. Mereka bertahan hidup dari kiriman kotak makanan plus anggota baru yang dikirim setiap bulan oleh someone named W.C.K.D.
Dalam komunitas tersebut ada kelompok yang disebut The Runners. Setiap pagi, pintu di dinding tinggi yang mengitari The Glade akan terbuka lalu menutup kembali ketika senja. Saat itulah The Runners akan masuk ke labirin dan mulai memetakannya. Ketua The Runners, Minho (Lee Ki Hong) sudah memetakan labirin selama tiga tahun. Tapi setiap malam dinding labirin akan bergeser, sehingga jalur akan terus berubah. Terlebih ada makhluk setengah hewan setengah robot yang diberi nama The Griever, selalu muncul di malam hari. Namun rasa ingin tahu Thomas tidak surut. Ia nekat menyusul Minho dan Alby (Aml Ameen) sang ketua The Glade yang terluka parah di dalam labirin. Semalaman mereka harus melarikan diri dari serangan The Griever. Mengandalkan otak cerdasnya, Thomas berhasil membuat satu griever tergencet dinding yang sedang berubah. Mereka bertiga pun berhasi kembali ke The Glade dengan selamat.

Akibat kejadian itu mala petaka dimulai. Tiba-tiba ada kiriman berisi wanita bernama Teresa (Kaya Scooelario) membawa kertas bertuliskan "She's the last one ever" yang artinya pasokan makanan tidak akan ada lagi. Tak hanya itu, pintu di dinding sekitar The Glade tidak lagi menutup. Bila malam tiba, para Griever bisa saja menerkam mereka. Di balik carut marut itu ada petunjuk yang bisa membawa mereka keluar The Glade. Yaitu fakta bahwa Teresa mengingat nama Thomas dan ia membawa dua botol berisi cairan yang bisa memulihkan ingatan. Selain itu, di dalam tubuh griever yang mati terdapat tabung yang bisa menjadi kunci pintu keluar labirin. Setelah The Glade hancur diserang griever, mereka memutuskan untuk masuk ke labirin melawan para griever dan mencari pintu keluar. Berhasilkah mereka? berhasil doooonk hahahahaa :p

Thursday, March 14, 2013

REVIEW: WARM BODIES (2013)

 
Sutradara : Jonathan Levine
Produser : Bruna Papanadrea
Penulis Naskah : Jonathan Levine
Pemain : Nicholas Hoult, Teresa Palmer, Rob Corddry, John Malkovich, Dave Franco, Analeigh Tipton
Genre : Horor, Romantis, Komedi
Studio : Summit Entertainment
Tanggal Rilis : 1 Februari 2013
 
 Alkisah di masa depan virus "zombie" menyerang umat manusia, sehingga populasi zombie lebih banyak dari manusia. R (Nicholas Hoult) adalah zombie yang memiliki keunikan dari yang lain. Ia bisa membaca fikiran dari otak manusia yang ia makan. Ia juga memiliki naluri kemanusian yang lebih dominan daripada zombie lain. Suatu hari R bersama sahabatnya M (Rob Corddry) pergi ke kota untuk mencari mangsa. Kebetulan Julie (Teresa Palmer) dan kawanannya sedang mencari obat di zona terlarang. Bertemulah R dan Julie, pertemuan tersebut membuat jantung R kembali berdetak. R memakan otak kekasih Julie, Perry (Dave Franco). R merasakan kenangan manis Perry dan Julie, hal itu membuat R semakin menyayangi Julie. Untuk menyelamatkannya R membawa Julie ke markas (bekas pesawat) R. Banyak hal menyenangkan yang mereka lalui di markas. Benih-benih cinta mulai tumbuh diantara mereka.

Wednesday, March 13, 2013

REVIEW: CRAZY STUPID LOVE (2011)



Directed by Glenn Ficarra, John Requa
Produced by Steve Carell, Denise Di Novi
Written by Dan Fogelman
Starring Steve Carell, Ryan Gosling, Julianne Moore, Emma Stone, John Carroll Lynch, Marisa Tomei, Analeigh Tipton, Kevin Bacon, Julianna Guill, Crystal Reed, Beth Littleford, Josh Groban, Liza Lapira, Mekia Cox, Jonah Bobo, Joey King, Richard Steven Horvitz, Reggie Lee
Genre Romance-Comedy Running time 118 minutes

Cal (Steve Carell) memiliki hidup yang bahagia. Bekerja sebagai akuntan di perusahaan asuransi, rumah dengan pekarangan luas, istri cantik yang sudah dinikahinya puluhan tahun, juga anak-anak yang ceria. Namun semua berubah ketika negara api menyerang sang istri Emily (Julianne Moore) berkata "i want to divorce!". Seketika kehidupan Cal menjadi berantakan. Ia mendapati istrinya mencintai lelaki lain, pergi dari rumah, di jauhi teman satu kantornya, dan tak ada tempat bersandar. Sampai akhirnya ia bertemu Jacob (Ryan Gosling) di bar yang ingin membantu Cal berubah jadi pribadi yang menarik perhatian wanita. Jacob sendiri adalah lelaki karismatik yang bisa dengan mudahnya menakhlukkan hati wanita. Suatu ketika Jacob bertemu dengan wanita unik yang mampu mencuri hatinya, Hannah (Emma Stone). Di sisi lain ada Jessica (Analeigh Tipton) remaja yang mengurus anak Cal, tapi malah memendam rasa pada Cal. Rumit kan?? Memang!!!

Sunday, March 10, 2013

REVIEW: SPELLBOUND (2011)





 

Judul Film: Spellbound / Eerie Romance

Sutradara: Hwang In-Ho

Penulis: Hwang In-Ho

Produser: Ahn Young-Jin, Ahn Sang-Hoon, Lee Won Tae

Cinematographer: Lee Dong-Man

Rilis: 1 Desember 2011

Durasi waktu: 114 menit

Genre: Romantis-Komedi/Supernatural
Cast:
Son Ye Jin sebagai Yeo Ri

Lee Min Ki sebagai Jo Goo

Setelah sekian lama akhirnya saya nonton film korea juga hehehe. Film ini menarik perhatian saya karena memiliki genre yang sama seperti film Indonesia kebanyakan. Niatnya ingin mencari persamaan dan perbedaannya saja, tapi ternyata sangat berbeda dengan film-film kita. Spellbound digarap dengan lebih niat *ehem* dan inilah the real horror-comedy
Cerita diawali dengan pertunjukan sulap jalanan dari Jo Goo (Lee Min Ki) yang salah satu penontonnya adalah Yoe Ri (Son Ye Jin). Diantara sekian puluh penonton hanya Yoe Ri yang tidak berekspresi sama sekali. Hal tersebut membuat Jo Goo tertarik mengajaknya kerja sama untuk sebuah pertunjukan sulap Jo Goo berikutnya. Tak disangka pertunjukan mereka membuat Jo Goo menjadi pesulap terkenal. Setelah satu tahun bekerja sama, Yoe Ri tidak pernah bersosialisasi dengan teman satu kru nya. Jo Goo yang memiliki jiwa kepo keingintahuan yang tinggi, menyelidiki kehidupan gadis itu. Ternyata Yoe Ri hidup dalam kesepian dan ditemani hantu-hantu. Hati tidak dapat ditipu, dua insan itu tetap jatuh cinta. Namun teman lama Yoe Ri yang sudah meninggal terus mengganggu hubungan keduanya. Mampukan Jo Goo bersosialisasi dengan "teman-teman" Yoe Ri?

Friday, March 8, 2013

REVIEW: JACK THE GIANT SLAYER (2013)


Sutradara: Bryan Singer
Produksi: Warner bros
Genre: Adventure, Action
Dibintangi: Nicholas Hoult, Eleanor Tomlinson, Stanley Tucci, Ian McShane, Bill Nighy, Ewan McGregor

” Fee Fi Fo Fum, ask not whene the thunder come / For between heaven and earth it’s a perilous place, home to a fearsome giant race / Who hunger to conquer the mortals below, waiting for the seeds of revenge to grow…”

Itulah kalimat pembuka dari film Jack The Giant Slayer. Dimaksudkan untuk mengingatkan kita pada dongeng Jack dan kacang ajaib. Masih ingat kan? hehehe. Bryan Singer, sang sutradara berusaha membuat dongeng itu nyata dalam film arahannya ini. Saya rasa usahanya cukup berhasil.


Thursday, August 9, 2012

REVIEW : I DO, I DO (2012)


Title: 아이두 아이두 / I Do, I Do
Genre: Romance, Comedy
Episodes: 16
Director: Kang Dae Sun
Writer: Jo Jung Hwa
Cast :
Kim Sun Ah as Hwang Ji An
Lee Jang Woo as Park Tae Kang
Park Gun Hyung as Jo Eun Sung
Im Soo Hyang as Yeom Na Ri

Obsesinya akan sepatu membuat Hwang Ji An (Kim Sun Ah) selalu sibuk kerja dan mengabaikan soal pernikahan. Menginjak umur 35, ia menjabat sebagai direktur sebuah perusahaan sepatu raksasa di Korea. Ji An memiliki sifat keras dan cuek, sehingga dia disebut "Medusa" oleh anak buahnya. Suatu ketika, takdir mempertemukan Ji An dengan Park Tae Kang (Lee Jang Woo), pria umur 27 tahun yang bekerja membantu ayahnya membuat sepatu bajakan. Pengaruh alkohol membuat keduanya tak sadar melakukan hubungan intim, yang menyebabkan Ji An hamil. Orangtua Ji An berusaha menjodohkan anaknya dengan seorang dokter kandungan Jo Eun Sung (Park Gun Hyung). Lalu hadir pula anak Presdir Yoem Na Ri (Im Soo Hyang) yang selalu ingin menyingkirkan Ji An dari perusahaan. Begitu banyak masalah yang menghampiri Ji An, membuatnya bimbang untuk membesarkan atau membuang janinnya. Manakah yang menjadi pilihan Ji An?

REVIEW : ATASHINCHI NO DANSHI (2009)


Title (romaji): Atashinchi no Danshi
Genre: Comedy, Episodes: 11 Theme song: Infinity by GIRL NEXT DOOR
Screenwriter: Muto Shogo Producer: Moriyasu AyaDirectors: Matsuda Hidetomo (ep1-2,5,8,10), Sato Genta (ep3-4,6,9), Tokuichi Toshiyuki (ep7)
 Cast:
Horikita Maki as Mineta Chisato
Kaname Jun as Okura Fuu
Okada Yoshinori as Okura Takeru
Mukai Osamu as Okura Sho
Yamamoto Yusuke as Okura Masaru
Seto Koji as Okura Satoru
Okayama Tomoki as Okura Akira
Kusakari Masao as Okura Shinzo

Chisato (Horikita Maki) adalah seorang tunawisma yang dikejar-kejar penagih utang ayahnya. Kalah berjudi menyebabkan ayahnya berhutang 1 juta yen dan melimpahkan hutangnya pada Chisato. Suatu ketika saat Chisato sedang menumpang mandi di netcafe temannya, penagih hutang datang dan mengejar2 sampai ia terperangkap diatas gedung. Lalu datanglah CEO perusahaan mainan terbesar di Jepang Okura shinzo (Kusakari Masao) menggunakan helikopter. Shinzo melunasi hutang Chisato dengan syarat ia harus menjadi istri Shinzo selama sebulan, Chisato menandatangani kontrak. Sebulan kemudian Shinzo berpulang ke Rahmatullah, dan Chisato mendapat kenyataan bahwa kontrak yang ditandatanganinya bukan hanya menjadi istri, tapi juga menjadi ibu dari keenam anak adopsi Shinzo yang aneh-aneh (Fuu, Takeru, Sho, Masaru, Satoru, dan Akira). Untuk mendapatkan harta warisan, Chisato dan anak-anak Shinzo harus berhasil menyelesaikan 10 Mothering Goals. Dapatkah mereka menyelesaikannya? saksikan saja dorama 11 episode ini.

Wednesday, August 8, 2012

REVIEW : MEI-CHAN NO SHITSUJI (2009)


Title: メイちゃんの執事
Title (romaji): Mei-chan no Shitsuji / Mei-chan's Butler
Genre: Romance, comedy Episodes: 10 
Original writing (manga): Mei-chan no Shitsuji by Miyagi Riko
Screenwriter: Furuya Osho Producer: Hashimoto Fumi
Director: Ishikawa Junichi, Kinoshita Takao, Joho Hidenori, Iwata Kazuyuki
 Cast :
Eikura Nana sebagai Shinonome Mei 
Mizushima Hiro sebagai Shibata Rihito
Oomasa Aya sebagai Kayama Rika
Sato Takeru sebagai Shibata Kento
Mayama Akihiro sebagai Aoyama
Yamada Yu sebagai Lucia (Hongo Shiori)
Mukai Osamu sebagai Shinobu 
 
Sekolah wanita St. Lucia Academy adalah sekolah elit yang menelurkan nona-nona tangguh nan anggun sebagai penerus perusahaan keluarga kaya di Tokyo. Masing-masing siswinya didampingi butler (pelayan) yang berpengalaman. Suatu hari, sekolah ini geger karena Super Butler Shibata Rihito yang menjadi idaman para siswi akan melayani siswi baru yang norak dan culun (Shinonome Mei). Hal tersebut terjadi setelah orangtua Mei meninggal karena kecelakaan, dan adanya kenyataan bahwa Mei adalah cucu keluarga konglomerat Hongo. Siswi-siswi St. Lucia Academy semakin iri pada Mei yang begitu beruntung. Mereka pun mulai beraksi untuk mengeluarkan Mei dari sekolah tersebut. Tapi Mei tidak berjuang sendiri, ada butler tampannya Rihito yang selalu siap menolong. Ditambah teman masa kecilnya Shibata Kento yang juga adik Rihoto setia menjaga Mei, gadis idamannya. Sanggupkah Mei bertahan di sarang kedengkian siswi-siswi itu?

REVIEW : LOVE SHUFFLE (2009)



Screenwriter: Nojima Shinji
Producer: Ito Kazuhiro
Directors: Doi Nobuhiro (ep1,2,5,7,10), Yamamuro Daisuke (ep3,4,9), Tsuboi Toshio (ep6,8)
 Cast:
Tamaki Hiroshi as Usama Kei
Karina as Aizawa Airu
Matsuda Shota as Sera Ojiro
Daigo as Oishi Yukichi
Yoshitaka Yuriko as Hayakawa Kairi
Kojima Hijiri as Kamijyo Reiko
Kanjiya Shihori as Kagawa Mei
Tanihara Shosuke as Kikuta Masato



          Dikisahkan ada empat orang tak saling kenal yang terjebak di lift sebuah apartment. Keempat orang itu adalah Usama Kei, Aizawa Airu, Sera Ojiro, dan Kikuta Masato, mereka tinggal di lantai yang sama. Untuk mengisi waktu seraya menunggu lift berjalan lagi, mereka berkenalan dan tak sengaja bercerita tentang kisah cinta masing-masing. Dari perbincangan itulah Kikuta menawarkan ide untuk memainkan sebuah game yang diberi nama "Love Shuffle". Permainan ini mengharuskan keempat orang tersebut bertukar pasangan setiap minggu. Bagaimana kelanjutan kisah cinta empat pasang insan tersebut dalam 10 episode?

Tuesday, July 10, 2012

REVIEW: MADAGASCAR 3, EUROPE'S MOST WANTED (2012)


Directed by Eric Darnell, Tom McGrath, Conrad Vernon
Produced by Mireille Soria, Mark Swift
Written by Eric Darnell, Noah Baumbach (screenplay), Eric Darnell, Tom McGrath (characters)
Starring Ben Stiller, Chris Rock, David Schwimmer, Jada Pinkett Smith, Frances McDormand, Sacha Baron Cohen, Cedric the Entertainer 
Music by Hans Zimmer Editing by Nick Fletcher Studio DreamWorks Animation
  Alex (Ben Stiller), Marty (Chris Rock), Melman (David Schwimmer) serta Gloria (Jada Pinkett Smith) kini sedang bersiap untuk melanjutkan petualangan mereka di benua Eropa. Mereka berencana untuk mengejar kawanan penguin yang telah berangkat terlebih dahulu ke Monte Carlo, Monako, untuk kemudian melanjutkan perjalanan dan kembali ke New York. Keberadaan sekelompok hewan di tengah-tengah kota tentu saja menimbulkan kepanikan, sekaligus menarik perhatian pagawai Balai Karantina Hewan, Captain Chantel DuBois (Frances McDormand), yang kemudian mengumpulkan tekad untuk dapat melumpuhkan hewan-hewan tersebut. Incaran utama DuBois adalah Alex, untuk melengkapi koleksi kepala hewan di dinding kamarnya. Akankan mereka bisa kembali ke 'home'?

Tuesday, July 3, 2012

REVIEW : 5 DRAMA TAIWAN PALING OKE



   Berikut ini adalah review lima drama Taiwan paling oke versi Mamayokero Movielicious (MaMo). Dijamin drama-drama ini sangat menhibur dan gak ngebosenin. List drama saya urut bedasar tahun rilis paling jadul. Apakah drama favorit kalian masuk dalam katagori ini? check it out!!!

Friday, April 20, 2012

REVIEW: CELEB AND POOR (2008)

TV Show: Celeb & Poor
Romaji: Celeb to Binbo Taro
Japanese: セレブと貧乏太郎
Director: Hidetomo Matsuda, Genta Sato, Junichi Ishikawa
Writer: Yuichi Tokunaga, Shogo Muto
Network: Fuji TV
Episode: 11
Release Date: October 14 - December 23, 2008
Runtime: Mon. 21:00
Language: Japanese
Country: Japa
CAST: Ueto Aya as Mitazono Alice, Kamiji Yusuke as Sato Taro, Kuninaka Ryoko as Yasuda Sachiko, Kashiwabara Takashi as Gotoda Tsukasa
Alice Mitazono adalah seorang sosialita muda terkenal yang memiliki ketenaran dan harta yang melimpah. Kurangnya kasih sayang orangtua membuatnya menjadi sosok yang menyebalkan dan selalu mengandalkan diri sendiri. Di sisi lain ada Sato Taro, duda beranak tiga yang miskin dan serba kekurangan. Tapi dia tidak pernah kekurangan cinta dan semangat dari lingkungannya. Dua manusia, dua kepribadian, dan dua dunia yang berbeda bisakah bersatu pada akhirnya?

Saturday, March 31, 2012

REVIEW THE RAID: REDEMPTION (2012)

cast: Iko Uwais as Rama, Joe Taslim as Jaka, Doni Alamsyah as Andi, Yayan Ruhiyan as Mad Dog, Pierre Gruno as Wahyu, Ray Sahetapy as Tama.
        Sekelompok tim SWAT memasuki gedung yang dijadikan markas penjahat untuk menuntaskan misi penangkapan raja bandar narkotik sekaligus penguasa tempat itu. Gedung ini tidak pernah digerebek atau pun tersentuh oleh Polisi sebelumnya.  Gedung tersebut menjadi tempat berlindung para pembunuh, anggota geng, pemerkosa, dan pencuri yang mencari tempat tinggal aman karena tempat itu tidak dijangkau oleh pihak berwajib.Tanpa adanya bala bantuan juga dengan peralatan dan personil yang terbatas, mereka harus berjuang untuk menyelesaikan misi. Dapatkah mereka mengatasinya?

Pages - Menu