Saturday, March 12, 2016

[REVIEW] COMIC 8: CASINO KING PART 2


Staring: Indro Warkop, Arie Kriting, Babe Cabita, Ernest Prakasa, Ge Pamungkas, Kemal Pahlevi, Bintang Bete, Fico Fachriza, Mongol Stress, dan masih sangat amat banyak lagi.
Director: Anggy Umbara
Production: Falcon Pictures

 Arie Kriting, Babe Cabita, Bintang Bete, Ernest Prakasa, Fico Fachriza, Ge Pamungkas, Kemal Palevi dan Mongol Stress - See more at: http://hansdavidian.com/review-comic-8-casino-kings-part-2-kegaringan-paripurna/#sthash.DrfGOMDM.dpuf
 Arie Kriting, Babe Cabita, Bintang Bete, Ernest Prakasa, Fico Fachriza, Ge Pamungkas, Kemal Palevi dan Mongol Stress - See more at: http://hansdavidian.com/review-comic-8-casino-kings-part-2-kegaringan-paripurna/#sthash.DrfGOMDM.dpuf
 Arie Kriting, Babe Cabita, Bintang Bete, Ernest Prakasa, Fico Fachriza, Ge Pamungkas, Kemal Palevi dan Mongol Stress - See more at: http://hansdavidian.com/review-comic-8-casino-kings-part-2-kegaringan-paripurna/#sthash.DrfGOMDM.dpuf
Melanjutkan dari bagian pertamanya, film ini dibuka dengan adegan penangkapan Bos Indro, Interpol Chyntya, dan Satpam Ence oleh anak buah The King (Shopia Latjuba) dan dokter Panji Pragiwaksono. Rumah Bos Indro dihujani peluru dari helikopter tapi tidak ada yang kena sasaran satu pun, ujung-ujungnya malah dibius. Kenapa tidak dibius saja dari awal? Tanya kenapa??? Setelah sadar dari biusan (eh ada adegan sadarnya gak ya?) mereka dipaksa bertarung melawan petarung kuat dan menjadi obyek perjudian online internasional.

Di sisi lain, kedelapan comica (Arie Kriting, Babe Cabita, Ernest Prakasa, Ge Pamungkas, Kemal Pahlevi, Bintang Bete, Fico Fachriza, dan Mongol Stress) harus bertarung dengan para pemburu dan mahluk CGI yang ala kadarnya. Di lain tempat, Bos Indro dan Satpam Ence yang berhasil lolos dari pertarungan sebelumnya, berusaha untuk menghancurkan transmiter agar tempat mereka berada bisa dilacak polisi. Di sisi lain lagi, ada pemburu benda bersejarah serta seorang intelejen (Agus Kuncoro dan Candil) yang berpotensi menjadi tokoh antagonis di sekuel berikutnya. Duh pokoknya banyak deh -di sisi lain- lainnya. Sub plot yang bertumpuk-tumpuk ini jelas memusingkan penonton. Jadi gak usah pikirin ceritanya ya guys, coba nikmatin aksinya aja.

Thursday, March 3, 2016

REVIEW: GOD OF EGYPT (2016)

"Egypt has always been a paradise. But now, there is chaos. God of the air, you must protect the mortals," - Ra, God of The Sun.
Directed: Alex Proyas
Writter  : Matt Sazama and Burk Sharpless
Starring : Nikolaj Coster-Waldau, Gerard Butler, Brenton Thwaites, Chadwick Boseman, Elodie Yung, Courtney Eaton, Rufus Sewell, and Geoffrey Rush.


Film berdurasi 127 menit ini dibuka dengan monolog Bek (Breton Thwaites), seorang warga Egypt (i call it Egypt not Mesir, because of the tittle it self) yang menceritakan kemakmuran negerinya. Apalagi, hari itu Bek dan kekasihnya, Zaya (Courtney Eaton), serta ribuan rakyat Egypt akan menyaksikan prosesi penyerahan tahta raja dari Dewa Osiris (Bryan Brown) ke anaknya sang God of The Air, Dewa Horus (Nikolaj Coster-Waldau). Saat prosesi sedang berlangsung, datanglah Dewa Set (Gerard Butler), adik dari Osiris yang menjadi penguasa gurun. Bukannya memberi selamat pada sang ponakan, ia malah membunuh Osiris lalu mencongkel mata sakti Horus dan menyimpannya di tempat rahasia dengan sistem penjagaan yang ketat. Pada kekuasaan Set, penduduk Egypt sangat menderita karena diperlakukan seperti budak. Tak tahan dengan keadaan seperti itu, Bek dan Zaya berniat untuk mencuri mata Horus lalu memberikan kepada empunya yang sedang di perasingan.

Namun sayang, setelah berhasil mencuri satu mata Horus, Zaya malah tertembak anak panah seorang arsitek kepercayaan Set dan meninggal dunia. Demi menyelamatkan nyawa Zaya, Bek melalukan penawaran dengan Horus. Bek berjanji akan menuntunnya ke tempat satu matanya disimpan, dengan syarat Horus harus mengembalikan nyawa Zaya. Horus pun setuju dan petualangan mereka dimulai!

Friday, January 1, 2016

REVIEW: DILWALE (2015)

"Jika kau mengkhianatiku, akan ku tembak dadamu!" - Meera Dev Malik
Starring Shah Rukh Khan, Kajol, Varun Dhawan, Kriti Sanon, Johnny Lever
Directed by ‘Rohit Shetty & Team’
Produced by Gauri Khan & Rohit Shetty

Di akhir tahun yang indah ini, saya tutup dengan menyaksikan duel akting dari pasangan legendaris Shah Rukh Khan dan Kajol di film Dilwale. Setelah berkali-kali dipasangkan, keduanya kembali tampil menawan di film berdurasi 154 menit ini. Dibuka oleh adegan Raj/Kaali (Shah Rukh Khan) yang membela seorang pencuri bernama Mani (Johnny Lever) untuk menghidupi adiknya. Hatinya yang lembut pun tersentuh. Raj berkata bahwa kita akan melakukan apa saja demi adik kita. Dan itulah yang ia lakukan selama ini untuk adik kesayangannya, Veer (Varun Dhawan).

Raj diceritakan memiliki masa lalu yang suram. Ia diangkat oleh ayah Veer yang ternyata seorang mafia di Bulgaria. Veer disekolahkan di sekolah asrama sementara Raj yang bernama asli Kaali membantu bisnis ayahnya. Bergaul dengan senjata dan kekerasan tidak membuat hati Raj keras, dengan mudahnya ia jatuh cinta pada Meera Dev Malik (Kajol). Ternyata Meera adalah anak dari musuh bebuyutan ayah Raj, dan awalnya Meera hanya mempermainkan Raj. Di saat hubungan keduanya mulai serius, Meera ingin agar kedua orang tua mereka tahu sekaligus meminta restu. Namun sayang, ayah Meera justru berencana membunuh Raj serta ayahnya saat pertemuan keluarga. Tak ayal terjadi baku tembak yang menewaskan kedua bos mafia itu dan Meera salah sangka bahwa Raj lah yang telah merencanakan ini semua. Mereka pun berpisah dan sama-sama ingin memulai hidup baru.

Kini Raj tinggal bersama Veer dan membuka bengkel mobil di India. Veer jatuh cinta pada seorang gadis cantik bernama Ishita (Kriti Sanon), yang ternyata adik dari Meera. Setelah 15 berpisah, kini Raj dan Meera dipertemukan lagi. Apakah cinta mereka belum berakhir? Saksikan kelanjutannya di bioskop Blitzmegaplex terdekat! hehehehe....

Wednesday, December 30, 2015

REVIEW STAR WARS: THE FORCE AWAKENS (2015)



Sutradara: J.J. Abrams
Produser: Kathleen Kennedy, J.J Abrams, dan Bryan Burk.
Penulis Naskah:  Lawrence Kasdan, J.J Abrams, dan Michael Arndt
Pemain: Harrison Ford, Mark Hamill, Carrie Fisher, Adam Driver, Daisy Ridley, John Boyega, Oscar Isaac, Lupita Nyong'o, Andy Serkis, Domhnall Gleeson, Anthony Daniels, Peter Mayhew, dan Max von Sydow

Sekitar 30 tahun setelah Death Star Ke-dua telah hancur, Luke Skywalker (Mark Hamill), Seorang Jedi yang terakhir, telah menghilang. First Order bangkit setelah jatuhnya kekuasaan Galactic Empire dan berusaha untuk menghilangkan Luke dan kekuasaan Republik. Kelompok Resistance yang didukung oleh Republik dan dipimpin oleh Leia Organa (Carrie Fisher), menentang mereka sambil mencari Luke untuk meminta bantuannya.

Pilot Resistance, Poe Dameron (Oscar Isaac) yang sedang berusaha mencari peta lokasi Luke di Planet Jakku, diserang oleh Stormtroopers di bawah komando Kylo Ren (Adam Driver). Droid BB-8 berhasil lolos dengan membawa peta tersebut, dan bertemu dengan pemulung, Rey (Daisy Ridley), di pemukiman barang rongsokan. Di sisi lain seorang Stromtrooper FN-2187, tidak bisa membunuh untuk First Order, membebaskan Poe dan mereka melarikan diri dengan cara mencuri pesawat TIE Fighter. Poe memberikan nama stromtrooper FN-2187 itu dengan nama Finn. Mereka mengalami kecelakaan dan Pesawatnya jatuh di Planet Jakku. Finn satu-satunya korban yang selamat dari kecelakaan tersebut bertemu dengan Rey dan BB-8. Mereka menghindar dari buruan First Order dan membawa kabur pesawat rongsokan, Millenium Falcon.

Falcon tersebut segera diambil dan dikemudikan oleh Han Solo (Harrison Ford) dan Chewbacca (Peter Mayhew). Han menjelaskan bahwa Luke mencoba kembali membangun pemerintahan Jedi yang baru, tetapi dia pergi mengasingkan diri setelah muridnya berpaling ke Sisi Gelap dan menghancurkan segala sesuatu yang dibangun oleh Luke. Mampukah mereka menemukan keberadaan Luke?

Monday, December 28, 2015

REVIEW: SINGLE (2015)

"Paling tidak, beri mama mu ini cucu!" - Mama Ebi
Sutradara: Raditya Dika
Produser: Sunil Soraya
Pemain: Raditya Dika, Annisa Rawles, Babe Cabita, Pandji Pragiwaksono, Chandra Liow

Nah, bagaimana rasanya kalau ditagih cucu oleh ibu kita seperti kisah Ebi di film single? Dengan alur cerita yang lucu, film Single menyajikan sebuah tontonan yang mengajarkan kita untuk tidak memaksakan cinta pasangan kita. Karena sebenarnya, melepaskan seseorang alias menjadi single itu lebih baik dari pada memaksakan cinta orang lain yang jelas-jelas tidak membuat kita bahagia. Toh pada akhirnya, Tuhan akan mempertemukan kita dengan jodoh kita yang sebenarnya, yang pasti akan membuat kita bahagia. Eh, sori kok jadi agak curhat ya? hahaha. Pokoknya ladies, jangan takut menjadi single ya, karena single bukan berarti sendiri dan kesepian.

Ebi (Raditya Dika) seorang pemuda yang sedang mencari kerja yang mulai kelimpungan mencari pasangan karena adik lelakinya akan segera menikah mendului Ebi. Dua teman kost nya, yakni Wawan (Pandji Pragiwaksono) dan Victor (Babe Cabita) mencoba membantu mencarikan Ebi Jodoh. Poin pertama yang mereka lakukan adalah mengubah Ebi menjadi lelaki yang percaya diri di depan perempuan. Namun malang, usaha yang dilakukan mereka tak kunjung berhasil dan hampir membuat Ebi putus asa. Hingga datang seorang calon dokter cantik bernama Angle (Annisa Rawles) yang tinggal di kamar kost nomer 1. Ebi merasa chemistry-nya dengan Angle sangat tepat, dan ia percaya bahwa Angle memang untuknya. Tapi jalan mendapatkan Angle layaknya jalur ke puncak saat tahun baru. Macet dan penuh rintangan. Apalagi hadir sosok Bang Joe (Chandra Liow), kakak angkat Angle yang selama ini memendam rasa pada gadis cantik ini. Akankah Ebi mendapat hati Angle? Atau dia harus kembali mananti jodoh yang telah Tuhan siapkan?

Sunday, November 22, 2015

[REVIEW] SPECTRE 007 (2015)




"For you I have to risk it all, cause the writing's on the wall" - Sam Smith

Director: Sam Mendes
Writers: John Logan, Neal Purvis, Robert Wade
Stars: Daniel Craig, Naomie Harris, Ralph Fiennes, Ben Whishaw, Dave Bautista, Christoph Waltz, Monica Bellucci, Ralph Fiennes, Lea Seydoux, Rory Kinnear, Andrew Scott, Stephanie Sigman

Dibuka dengan adegan festival kematian di Meksiko, Bond (Daniel Craig) kembali mengajak kita mengikuti pengalaman barunya di film James Bond ke 24 ini. Kali ini, Ia mendapat pesan dari sang bos, M terdahulu (Judi Dench), untuk terus menyelidiki sindikat kejahatan besar yang selama ini MI6 cari-cari. Bond menemui Lucia Sciarra (Monica Bellucci), janda cantik dari mantan salah satu anggota sindikat, dan ia memberitahu tempat perkumpulan sindikat. Bond langsung menuju ke tempat tersebut. Betapa terkejutnya ia mendapati sang ketua sindikat adalah Ernst Stavro Blofeld (Christoph Waltz), teman masa kecilnya yang dikabarkan meninggal 20 tahun yang lalu. Di sisi lain, terjadi merge antara MI6 dengan Intelijen Pemerintah Inggris yang diketuai oleh C (Andrew Scott), dan C ingin menghapus sistem '00' yang selama ini digunakan oleh MI6. Namun hal itu tidak memengaruhi Bond untuk menyelidiki sindikat kejahatan sampai ia bertemu dengan Madeleine Swann (Lea Seydoux), seorang dokter cantik serta anak dari mantan anggota sindikat. Dibantu Swann, Bond mengetahui nama sindikat itu adalah Spectre dan petunjuk lain yang menbawa mereka menuju hotel L'Americain di Moroco. Dari L'Americain mereka menemukan titik kordinat letak dari markas besar Spectre dan berencana langsung menghadapi Ernst Stavro Blofeld.

Wednesday, April 29, 2015

[Review] The Avengers: Age Of Ultron (2015)



Ultron: [to the Avengers] I know you're good people. I know you mean well. But you just didn't think it through. There is only one path to peace... your extinction.
Tahun 2015 ini, banyak dibanjiri film-film seru dan ditunggu dari berbagai belahan bumi dan genre. Tentunya, The Avengers: Age Of Ultron masuk ke dalam list film ditunggu tersebut. Setelah kesuksesan film sebelumnya 3 tahun lalu, Marvel kembali menunjuk Joss Whedon untuk menggarap sekuelnya ini. Para pemain tidak banyak berubah, masih tetap dimainkan oleh Robert Downey Jr., Chris Hemsworth, Chris Evans, Scarlett Johansson, Mark Ruffalo, dan Jeremy Renner. Ada dua tambahan karakter di sini, yakni Elizabeth Olsen sebagai Scarlet Witch dan Aaron Taylor-Johnson sebagai Quicksilver.

Monday, March 9, 2015

The Most Unlucky Day part 2


Kita hanya bisa berencana dan Tuhan yang menentukan. Liburan yang direncanakan ke Pulau Pari, berakhir ke Ocean Dream Samudera (ODS). Kesialan kami (saya dan puji) sebelumnya sudah saya ceritakan di sini. Hingga kami berhasil menonton pertunjukan menggemaskan dari singa laut. Bahkan Puji mendapat ciuman seharga 20 ribu rupiah dari singa laut bernama Dewi.

The Most Unlucky Day


"The camera don't lie. You're coming back down and you really don't mind. You had a bad day.." - Daniel Powter

Siapa sangka liburan yang saya dan Puji nanti-nanti berakhir dengan luka lebam di kaki kiri? Karena suntuk dengan rutinitas sehari-hari, kami memutuskan untuk berlibur ke Pulau Pari dalam waktu satu hari alias PP. Malam sebelum keberangkatan, saya mengalami mimpi buruk (mungkin ini pertanda). Saya bermimpi ingin pergi berlibur, tapi banyak sekali alasan yang membuat saya kembali lagi ke rumah. Tidur yang tidak nyenyak itu harus saya akhiri pada jam 4 subuh dan satu setengah jam kemudian saya sudah berangkat menuju Muara Angke.

Friday, October 24, 2014

[REVIEW] LUCY MOVIE 2014

"The average person uses 10 % of their brain capacity. Today she will hit 100 %"

Tagline Lucy memang sangat menjual. Saya saja mau menonton Lucy karena membaca tagline-nya yang sukses buat saya penasaran. Terlebih setelah melihat genrenya Actions - Scifi - Thriller benar-benar membuat saya makin berekspektasi besar. Lalu bagaimana setelah menonton? Sayangnya saya harus terjatuh dari ekspektasi yang terlampau tinggi dan tak bisa bangkit lagi #eh! Sang sutradara, Luc Besson sepertinya ingin semua ide yang ia miliki masuk kedalam film yang hanya berdurasi 89 menit ini. Alhasil, beberapa ide itu justru tidak tereksplore dengan baik.
Dari yang saya lihat, ada 2 fokus utama dalam film Lucy yang dirilis 25 Juli 2014 lalu. Pertama, gambaran bagaimana bila kapasitas otak manusia dimaksimalkan hingga 100 persen. Kedua adalah bagaimana penjelasan ilmiah evolusi manusia dari yang kapasitasnya hanya sekian persen sampai 100 persen. Jujur saya lebih suka ide yang pertama. Dengan ide pertama, Lucy saya bayangkan penuh dengan adegan action seperti Iron Man atau Limitless. Ide kedua juga bagus, membuat saya teringat The Curious Case of Benjamin Button. Seandainya kedua ide ini dipisah dan lebih dimaksimalkan ceritanya, saya yakin pasti bagus!

Thursday, October 9, 2014

Review: The Maze Runner (2014)


Tahun 2014 sepertinya menjadi tahun baik untuk film-film adaptasi novel young-adult dengan tema dystopian. Sebut saja seperti sekuel The Hunger Game dan Divergent yang sukses menyedot minat penonton Indonesia. The Maze Runner tidak mau ketinggalan. Mengadaptasi novel trilogi James Dashner yang mulai terbit 2009 silam, The Maze Runner mengajak penonton menyusuri lika liku labirin yang sangat besar. Cerita berawal saat Thomas (Dylan O'Brien) terbangun tanpa ingat apa pun di sebuah tempat berdinding tinggi yang dinamai The Glade. Di sana terdapat puluhan remaja lelaki yang juga tak ingat apa-apa. Mereka bertahan hidup dari kiriman kotak makanan plus anggota baru yang dikirim setiap bulan oleh someone named W.C.K.D.
Dalam komunitas tersebut ada kelompok yang disebut The Runners. Setiap pagi, pintu di dinding tinggi yang mengitari The Glade akan terbuka lalu menutup kembali ketika senja. Saat itulah The Runners akan masuk ke labirin dan mulai memetakannya. Ketua The Runners, Minho (Lee Ki Hong) sudah memetakan labirin selama tiga tahun. Tapi setiap malam dinding labirin akan bergeser, sehingga jalur akan terus berubah. Terlebih ada makhluk setengah hewan setengah robot yang diberi nama The Griever, selalu muncul di malam hari. Namun rasa ingin tahu Thomas tidak surut. Ia nekat menyusul Minho dan Alby (Aml Ameen) sang ketua The Glade yang terluka parah di dalam labirin. Semalaman mereka harus melarikan diri dari serangan The Griever. Mengandalkan otak cerdasnya, Thomas berhasil membuat satu griever tergencet dinding yang sedang berubah. Mereka bertiga pun berhasi kembali ke The Glade dengan selamat.

Akibat kejadian itu mala petaka dimulai. Tiba-tiba ada kiriman berisi wanita bernama Teresa (Kaya Scooelario) membawa kertas bertuliskan "She's the last one ever" yang artinya pasokan makanan tidak akan ada lagi. Tak hanya itu, pintu di dinding sekitar The Glade tidak lagi menutup. Bila malam tiba, para Griever bisa saja menerkam mereka. Di balik carut marut itu ada petunjuk yang bisa membawa mereka keluar The Glade. Yaitu fakta bahwa Teresa mengingat nama Thomas dan ia membawa dua botol berisi cairan yang bisa memulihkan ingatan. Selain itu, di dalam tubuh griever yang mati terdapat tabung yang bisa menjadi kunci pintu keluar labirin. Setelah The Glade hancur diserang griever, mereka memutuskan untuk masuk ke labirin melawan para griever dan mencari pintu keluar. Berhasilkah mereka? berhasil doooonk hahahahaa :p

Tuesday, September 30, 2014

Perjalanan Mencari Keenan Ke Bandung

Tahu dong film "Perahu Kertas" besutan Hanung Bramantyo yang laris manis tahun 2012 lalu? Film yang mengadopsi cerita dari novel dengan judul yang sama karya Dewi "Dee" Lestari ini menampilkan sosok pria unyu bernama Keenan. Ada adegan dimana Kugy (Maudy Ayunda) dan Keenan (Adipati Dolken) naik kereta Bandung-Jakarta yang berujung kereta mogok - ngobrol - cinta bersemi - kangen"an deh.
Sebagai penggemar Dee, sobat seperjuangan saya yang namanya Uca, ngajak saya main ke Bandung untuk mencari Keenan hahahaha... Maklum ya, kami sama-sama belum menemukan "Keenan" :p. Selain itu, Uca punya tujuan lain untuk cobain naik kereta antar kota. Tanpa babibu langsung saya "iya-kan" ajakannya.
Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 27 September 2014, kami resmi naik kereta Argo Parahyangan dari Gambir menuju stasiun Bandung. Perjalanan ditempuh kira-kira 3 jam. Keretanya bersih dan nyaman, yaeyalaaaah eksekutif boo! hahahaha Tapi anehnya, AC kereta tidak berasa, malah kami kegerahan. Tak lama kereta berangkat, ada pria muda bernama Feri yang memeriksa tiket kami. Tetiba Uca jadi sewot sendiri lihat Feri tebar pesona kesana-sini, ditambah bau parfumnya yang "ketinggalan" kalau dia lewat hahahahaha...
Mari lupakan si Feri. Pemandangan sekitar lintasan kereta sangat indah. Kereta melewati jurang-jurang yang dasarnya jauuuuuuuh sekali. Kalau ke daerah Jawa tengah dan timur, pemandangan yang ada hanya sebatas sawah dan rumah warga. Tapi kalau ke Bandung, ajiiiiib!

Di dekat bangku kami ada TV yang menayangkan channel KATV (Kereta Api TV). Isi programnya hanya diulang-ulang. Mulai dari film Enemy At The Gates yang bercerita tentang perang dunia 2. Dilanjutkan ada Music video dari beberapa musisi, seperti Astrid, Andity, Judika, One Directions, Tompi, Supermen Is Dead, dan Terry. Iklannya juga tidak banyak, hanya selai Morin dan Kemilau Emas Penggadaian.

Ngobrol ngalor-ngidul bikin enggak berasa waktunya. Sekitar jam 12 kami sampai stasiun Bandung, waktunya makaaaaan! Kami bertanya pada supir taksi, dimana tempat kulineran yang enak. "Di Paskal Food Market aja neng, nih naik becak aja. Di sana ada 1001 makanan Indonesia," katanya. Tak perlu waktu lama sampailah kami di Paskal Hypersquare. Kami menemukan restoran yang berpenampilan menarik, yaitu Doo Bee Doo - House of Ribs.

Resto ini berpenampilan ala-ala zaman koboi. Dalam menu juga menggunakan nama-nama ala koboi. Makanan yang ditawarkan berupa berbagai macam pasta, steak, dan menu olahan daging lainnya.


Kami memesan satu steak dan satu pasta dengan nama yang sulit kami ingat hehehe... Makan sambil ngobrol dan putu-putu menghabiskan waktu 1,5 jam.



Setelah itu kami siap tempur lagi di rumah makan berikutnya. Enggak lama jalan kami lihat ada plang "Paskal Food Market" di ujung sana. Hah, ternyata kami belum masuk ke area yang kata akang taksi ada 1001 makanan! Yasudahlah kami tetap jabanin masuk ke sana. Karena kekenyangan makan di Doo Bee Doo, alhasil kami cuma nyicipin es pisang ijo dan es cendol Elisabeth. Tapi bukan berarti makanan di Doo Bee Doo enggak enak loh.

Jam setengah 4 sore kami balik lagi ke stasiun, dan ketemu lagi sama sopir taksi tadi siang.
Akang Sopir: Gimana neng, enak-enak kan makan di sana?
Saya: Enak kok bang, makasih ya..
Akang Sopir: Terus mau kemana lagi?
Saya: Ini mau pulang.
Akang Sopir: Hah, cuma makan aja di sini??!!!
Saya: iya.. hehehe

Begitulah, singkat cerita kami sudah ada di kereta menuju Jakarta yang masih menayangkan program TV sama seperti tadi pagi. Enemy At The Gate - Astrid - Andity - Judika - One Directions - Tompi - Supermen Is Dead - Terry - selai Morin - Kemilau Emas Penggadaian. Eh, tunggu! Jadi gimana program mencari Keenan? Ah, biarlah yang penting kenyang hahahahaha... See you next time Keenan :)

Tuesday, April 8, 2014

Review: Her Sunny Side (2011)


"Apakah kau sendiri juga menganggap bertemu denganku adalah takdir?"
Baruuuuu aja selesai baca novel karangan Koshigaya Osamu yang satu ini, dan masih terkaget-kaget sama akhir ceritanya ckckck.... Sepanjang 220 halaman pembaca akan diajak menikmati cerita dari sudut pandang tokoh utama pria bernama Okuda Kosuke. Seorang pria usia 25 tahun yang bekerja di kantor periklanan Jepang. Dalam rapat kerja bersama klien, ia bertemu kembali dengan teman SMP nya, Watarai Mao. Sepuluh tahun berpisah ternyata banyak perubahan dalam diri Mao. Gadis yang dulu dijuluki Anak Paling Bodoh Di Sekolah, kini menjelma menjadi sosok gadis manis yang serba bisa. Sifatnya yang selalu ceria dan hangat seperti sinar mentari telah membuat hati Kosuke bergejolak. Tak perlu waktu lama bagi dua insan ini untuk menjalin kasih dan beranjak ke hubungan yang lebih serius. Orang tua Mao keberatan dengan hubungan anak semata wayangnya dengan Kosuke. Mereka menganggap Kosuke belum terlalu mengenal Mao. Fakta bahwa Mao merupakan anak angkat dan ia mengalami amnesia masa kecil, tidak menyurutkan cinta Kosuke pada Mao. Akhirnya mereka kawin lari. Walaupun awalnya sulit, tapi pernikahan pasangan ini tampak bahagia. Sampai rahasia yang selama ini terpendam akhirnya terkuak. Dalam sekejap masa-masa manis itu berubah menjadi kenangan pahit.

Friday, April 4, 2014

Perjalanan ke Pulau Sempu (Malang)


Kalau ada yang mau wisata ke Malang, saya ingatkan jangan sampai lupa mampir ke pulau yang satu ini. Pulau sempu di perairan selatan pulau jawa ini juga disebut sebagai Phi Phi island nya Indonesia. Tebing-tebing yang menjulang laksana pagar yang membentuk kolam pribadi. Cantik banget! Berbekal informasi seadanya, saya dan dua teman nekat melanjutkan perjalanan dari Bromo ke pulau sempu. Dimulai dari terminal Arjosari, kami naik angkot berkode AG menuju gadang. Rute yang berputar membuat waktu perjalanan semakin panjang, sekitar satu setengah jam kemudian kami sampai Gadang. Dilanjutkan menaiki bis dari Gadang menuju Turen selama satu jam. Lalu menaiki mini bus selama satu jam menuju pantai Sendang Biru. Pantai ini merupakan pelabuhan menuju pulau Sempu. Sialnya kami yang kesiangan harus melalui perjalanan yang melelahkan dan  mengeluarkan biaya yang bengkak. Mini bus di Turen yang kami naiki merupakan mini bus terakhir hari itu. Jadi, sehari hanya tiga mini bus yang beroperasi sampai jam 3 sore dan bakalan ngetem sampai kursi penumpang penuh. Kami yang diburu waktu akhirnya harus membayar ongkos hampir 4 kali lipat dari biasanya. Seharusnya hanya 15 ribu jadi 55 ribu per orang agar mini bus ini mau langsung jalan. Dianjurkan untuk berangkat pagi agar menghemat biaya perjalanan.

Monday, March 31, 2014

Perjalanan ke Gunung Bromo





 Bromooooooooo!!! We are coming!
Siapa yang mau ke Bromo angkat tangannya... hehehe. Alhamdulillah tanggal 5 Maret 2014 saya dapat kesempatan menikmati ciptaan Allah di belahan jawa sebelah timur ini. Saya dan dua teman berangkat dari stasiun Senen Jakarta tanggal 3 Maret menggunakan kereta Matarmaja selama 19 jam perjalanan. Keesokan harinya pukul 9.00 pagi, kami sampai di kota malang dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Bromo. Menumpangi angkot biru yang berkode huruf A (Arjosari) kami sampai di terminal Arjosari. Di Malang, ongkos angkot jarak jauh atau dekat dipatok harga 3.000 rupiah per orang. Selanjutnya selama kurang lebih 2 jam kami tertidur pulas dalam Bus ekonomi AC menuju terminal Probolinggo. Di terminal Probolinggo, kami menunggu mini bus yang sedang ngetem. Sampai kapasitas 15 orang terpenuhi, maka mini bus ini baru akan berangkat menuju Cemoro Lawang. Oh Iya, harga perorang menaiki mini bus ini tergantung jam. Bila masih di bawah jam 15.00 maka dikenakan biaya 30.000 per orang. Sedangkan di atas jam 15.00 dikenakan biaya 50.000 per orang (untungnya kami sampai pukul 12.00 hehehe...).  Sisi jalan menuju Cemoro Lawang dipenuhi bukit-bukit dan perkebunan. Hampir dua jam kami melewati jalanan yang berliku dan indah tersebut.

Saturday, March 30, 2013

REVIEW BOOK : TOKYO ZODIAC MURDERS (2012)


Judul: The Tokyo Zodiac Murders
Penulis: Soji Shimada

Penerbit:  Gramedia
Tebal:  354 halaman
Cetakan:  Juli 2012 (Cetakan ke 34)
Buku ini menceritakan misteri pembunuhan berantai di Tokyo yang tidak terpecahkan selama 40 tahun. Akhirnya pada tahun 1976 seorang detektif sekaligus astrolog gila, Kiyoshi Miratai berhasil memecahkannya. Pembunuhan berawal dari terbunuhnya Heikichi Umezawa sang seniman gila didalam ruang kerjanya yang terkunci. Lalu ditemukan catatannya tentang rencana menciptakan sosok wanita sempurna dari beberapa potongang tubuh wanita dengan zodiak tertentu bernama "Azoth". Setelah itu satu persatu anak dan keponakan keluarga Umezawa ditemukan tewas dengan beberapa potongan tubuh yang hilang. Persoalan semakin rumit karena "Proyek Azoth" tetap berjalan walaupun Heikichi Umezawa telah terbunuh. Jadi, siapa sebenarnya dalang dari "Proyek Azoth" ini?


Thursday, March 14, 2013

REVIEW: WARM BODIES (2013)

 
Sutradara : Jonathan Levine
Produser : Bruna Papanadrea
Penulis Naskah : Jonathan Levine
Pemain : Nicholas Hoult, Teresa Palmer, Rob Corddry, John Malkovich, Dave Franco, Analeigh Tipton
Genre : Horor, Romantis, Komedi
Studio : Summit Entertainment
Tanggal Rilis : 1 Februari 2013
 
 Alkisah di masa depan virus "zombie" menyerang umat manusia, sehingga populasi zombie lebih banyak dari manusia. R (Nicholas Hoult) adalah zombie yang memiliki keunikan dari yang lain. Ia bisa membaca fikiran dari otak manusia yang ia makan. Ia juga memiliki naluri kemanusian yang lebih dominan daripada zombie lain. Suatu hari R bersama sahabatnya M (Rob Corddry) pergi ke kota untuk mencari mangsa. Kebetulan Julie (Teresa Palmer) dan kawanannya sedang mencari obat di zona terlarang. Bertemulah R dan Julie, pertemuan tersebut membuat jantung R kembali berdetak. R memakan otak kekasih Julie, Perry (Dave Franco). R merasakan kenangan manis Perry dan Julie, hal itu membuat R semakin menyayangi Julie. Untuk menyelamatkannya R membawa Julie ke markas (bekas pesawat) R. Banyak hal menyenangkan yang mereka lalui di markas. Benih-benih cinta mulai tumbuh diantara mereka.

Wednesday, March 13, 2013

REVIEW: CRAZY STUPID LOVE (2011)



Directed by Glenn Ficarra, John Requa
Produced by Steve Carell, Denise Di Novi
Written by Dan Fogelman
Starring Steve Carell, Ryan Gosling, Julianne Moore, Emma Stone, John Carroll Lynch, Marisa Tomei, Analeigh Tipton, Kevin Bacon, Julianna Guill, Crystal Reed, Beth Littleford, Josh Groban, Liza Lapira, Mekia Cox, Jonah Bobo, Joey King, Richard Steven Horvitz, Reggie Lee
Genre Romance-Comedy Running time 118 minutes

Cal (Steve Carell) memiliki hidup yang bahagia. Bekerja sebagai akuntan di perusahaan asuransi, rumah dengan pekarangan luas, istri cantik yang sudah dinikahinya puluhan tahun, juga anak-anak yang ceria. Namun semua berubah ketika negara api menyerang sang istri Emily (Julianne Moore) berkata "i want to divorce!". Seketika kehidupan Cal menjadi berantakan. Ia mendapati istrinya mencintai lelaki lain, pergi dari rumah, di jauhi teman satu kantornya, dan tak ada tempat bersandar. Sampai akhirnya ia bertemu Jacob (Ryan Gosling) di bar yang ingin membantu Cal berubah jadi pribadi yang menarik perhatian wanita. Jacob sendiri adalah lelaki karismatik yang bisa dengan mudahnya menakhlukkan hati wanita. Suatu ketika Jacob bertemu dengan wanita unik yang mampu mencuri hatinya, Hannah (Emma Stone). Di sisi lain ada Jessica (Analeigh Tipton) remaja yang mengurus anak Cal, tapi malah memendam rasa pada Cal. Rumit kan?? Memang!!!

Sunday, March 10, 2013

REVIEW: SPELLBOUND (2011)





 

Judul Film: Spellbound / Eerie Romance

Sutradara: Hwang In-Ho

Penulis: Hwang In-Ho

Produser: Ahn Young-Jin, Ahn Sang-Hoon, Lee Won Tae

Cinematographer: Lee Dong-Man

Rilis: 1 Desember 2011

Durasi waktu: 114 menit

Genre: Romantis-Komedi/Supernatural
Cast:
Son Ye Jin sebagai Yeo Ri

Lee Min Ki sebagai Jo Goo

Setelah sekian lama akhirnya saya nonton film korea juga hehehe. Film ini menarik perhatian saya karena memiliki genre yang sama seperti film Indonesia kebanyakan. Niatnya ingin mencari persamaan dan perbedaannya saja, tapi ternyata sangat berbeda dengan film-film kita. Spellbound digarap dengan lebih niat *ehem* dan inilah the real horror-comedy
Cerita diawali dengan pertunjukan sulap jalanan dari Jo Goo (Lee Min Ki) yang salah satu penontonnya adalah Yoe Ri (Son Ye Jin). Diantara sekian puluh penonton hanya Yoe Ri yang tidak berekspresi sama sekali. Hal tersebut membuat Jo Goo tertarik mengajaknya kerja sama untuk sebuah pertunjukan sulap Jo Goo berikutnya. Tak disangka pertunjukan mereka membuat Jo Goo menjadi pesulap terkenal. Setelah satu tahun bekerja sama, Yoe Ri tidak pernah bersosialisasi dengan teman satu kru nya. Jo Goo yang memiliki jiwa kepo keingintahuan yang tinggi, menyelidiki kehidupan gadis itu. Ternyata Yoe Ri hidup dalam kesepian dan ditemani hantu-hantu. Hati tidak dapat ditipu, dua insan itu tetap jatuh cinta. Namun teman lama Yoe Ri yang sudah meninggal terus mengganggu hubungan keduanya. Mampukan Jo Goo bersosialisasi dengan "teman-teman" Yoe Ri?

Saturday, March 9, 2013

REVIEW : THE MAGIC HOUR (2008)


Title : ザ・マジックアワー (Za majikku awâ) / The Magic Hour
Released: 2008
Director: Koki Mitani
Writer: Kôki Mitani
Starring:

Satoshi Tsumabaki as Bingo Noboru
Koichi Sato as Murata Taiki
Toshiyuki Nishida as Boss Tessio
Eri Fukatsu as Takachiho Mari
Haruka Ayase as Natsuko
Running time: 136 min.

 Bingo Noboru (Satoshi Tsumabaki) diam-diam berpacaran dengan Takachiho Mari (Eri Fukatsu) yang juga kekasih dari bos besar mafia Tessio (Toshiyuki Nishida). Suatu ketika, hubungan gelap Bingo dan Mari ketahuan. Bingo harus menghadapi tantangan dari bos Tessio, temukan pembunuh legendaris Della Togashi dalam waktu lima hari atau mati. Ketika sedang berbincang dengan temannya Natsuko (Haruka Ayase), Bingo mendapatkan ide menyewa aktor untuk berperan sebagai Della Togashi. Terpilihlah aktor sial Murata Taiki (Koichi Sato). Bingo menjelaskan pada Taiki bahwa film yang akan dibintanginya tidak memakai skenario dan menggunakan kamera tersembunyi agar nampak natural. Taiki harus berperan menjadi Della yang menjadi incaran mafia Tessio. Mampukah Taiki memerankan sosok Della Togashi dengan apik?

Pages - Menu